Kena PHK, Puluhan Buruh di Garut Bangkit Buka Usaha Konveksi

Kena PHK, Puluhan Buruh di Garut Bangkit Buka Usaha Konveksi

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Minggu, 15 Mar 2026 15:22 WIB
Konveksi
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Puluhan mantan buruh di Garut, Jawa Barat, mencoba bangkit setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Mereka kini membuka usaha konveksi rumahan yang memproduksi pesanan garmen dari sejumlah perusahaan.

Usaha konveksi bernama Karirap itu berada di Jalan Tenjolaya, Kampung Pedes, Garut. Lokasinya berada di gang sempit, namun kini menjadi tempat bekerja bagi sekitar 50 orang, sebagian besar merupakan mantan karyawan yang sebelumnya kehilangan pekerjaan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea sempat mengunjungi tempat tersebut pada Sabtu (14/3/2026). Ia mengatakan kedatangannya untuk melihat langsung para pekerja yang mencoba bangkit setelah terkena PHK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya berkunjung ke teman-teman eks karyawan yang ter-PHK yang dikoordinir oleh Ketua KSPSI Garut Pak Andri. Tujuannya untuk memberikan contoh kepada pekerja lain yang mengalami PHK agar tetap semangat menghadapi situasi sulit ini," kata Andi Gani dikutip Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, upaya para pekerja tersebut menunjukkan bahwa mereka masih bisa bertahan meski kehilangan pekerjaan.

ADVERTISEMENT

"Bagi kami di pimpinan serikat pekerja, ini sesuatu yang luar biasa. Teman-teman mampu bangkit dan tetap survive. KSPSI tentu akan membantu agar usaha garmen ini terus berkembang," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa keberadaan usaha konveksi tersebut telah disampaikan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Saya sudah sampaikan kepada Pak Kapolri tentang usaha ini. Mudah-mudahan beliau bisa berkunjung langsung ke Garut untuk melihat perjuangan teman-teman di sini," jelasnya.

Selain memberikan dukungan moral, KSPSI menyiapkan sejumlah program peningkatan keterampilan bagi pekerja yang terdampak PHK. Salah satunya melalui pelatihan di bidang teknologi dan pemasaran digital.

Andi Gani mengatakan pelatihan tersebut akan dilaksanakan di pusat pendidikan dan pelatihan KSPSI di Purwakarta. Program ini direncanakan berjalan setelah peresmian fasilitas pelatihan pada Juni mendatang.

"Rencananya pusat pelatihan kami akan diresmikan oleh Bapak Presiden pada Juni. Setelah itu, sekitar bulan Juli kita mulai pelatihan digital marketing dan komputer," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada para pekerja yang saat ini terdampak PHK agar tetap bertahan menghadapi situasi sulit.

"Saya mengimbau teman-teman yang terkena PHK untuk tetap semangat dan tetap survive. Sebagai organisasi, kami tidak akan meninggalkan anggota yang sedang mengalami kesulitan," ucapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Andi Gani juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada rumah konveksi Karirap yang diterima oleh Ketua KSPSI Kabupaten Garut Andri Hidayatullah.

Usaha konveksi Karirap sendiri merupakan inisiatif Andri Hidayatullah. Usaha ini memproduksi pesanan maklun dari sejumlah perusahaan garmen di Bandung, Tasikmalaya, Purwakarta, dan Garut.

Meski masih berskala kecil, usaha tersebut kini mampu memberi pekerjaan bagi puluhan mantan buruh yang sebelumnya kehilangan penghasilan.

Andri mengatakan seluruh pekerja yang terlibat dalam usaha konveksi tersebut juga telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

"Karyawan sudah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan, termasuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)," ucapnya.

(fdl/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads