Camilan Bawang Goreng yang Membuat Uli Cuan Jutaan Rupiah dari Rumah

Camilan Bawang Goreng yang Membuat Uli Cuan Jutaan Rupiah dari Rumah

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Sabtu, 16 Mei 2026 08:54 WIB
Camilan Bawang Goreng yang Membuat Uli Cuan dari Rumah
Romauli Sri Astuti Sitoris kenalkan produk bawang goreng crispy UliMus (Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom)
Jakarta -

Peluang usaha sering kali datang dari hal sederhana di rumah. Inilah yang dilakukan Romauli Sri Astuti Sitoris (40) ketika mendirikan usaha bawang goreng crispy bernama UliMus pada tahun 2022 silam.

Berawal dari sang anak yang tak menyukai bawang goreng, Uli, sapaan akrabnya, mencoba mengolahnya jadi tak sekedar pelengkap makanan. Ia membuat camilan crispy berbahan dasar bawang.

Inovasi itu kemudian jadi bekal rutin sang anak saat menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren di Parung pada awal tahun 2020. Tak disangka, hal ini malah membuka pintu rezeki bagi Uli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah anak jadi suka. Tiap bulan saya ke pesantren bawa bawang goreng rasa barberque rasa balado. Teman-temannya juga pada suka, jadi pada beli," ceritanya kepada detikcom di Rumah BUMN BRI belum lama ini.

Saat itu, perempuan yang lahir di Sumatera ini mulai menyadari adanya potensi bisnis yang menjanjikan. Setiap jadwal kunjungan ke pesantren tiba, Uli membawa banyak stok, kemudian dititipkan pada sang anak.

ADVERTISEMENT

"Setiap bulan saya ke situ, ngunjungin anak, dapat cuan. Karena anaknya ikut jualin juga di situ," terangnya.

Modal Terbatas

Uli kemudian mulai serius menekuni usaha bawang goreng buatannya secara kecil-kecilan di rumah. Hal itu dilakukan setelah mendapat dukungan dari suami. Kebetulan pada saat itu usaha suaminya terdampak pandemi.

"Tahun 2020 suami saya usahanya bangkrut. (Untuk mencukupi kebutuhan ekonomi sehari-hari) dia menyarankan, jual bawang goreng aja, kan banyak yang suka. Akhirnya kami putuskan untuk serius berjualan," kata Uli.

Modal awalnya pun sangat terbatas, kurang dari Rp 500 ribu. Namun berkat ketekunan dan keberanian untuk mencoba, usahanya terus berkembang hingga resmi memiliki legalitas usaha bernama UliMus pada tahun 2022.

Nama UliMus sendiri diambil dari namanya dan suami, yakni Uli dan Mustofa. Keunikan usaha yang ia tawarkan adalah bawang goreng yang bisa dijadikan camilan maupun taburan makanan.

UMKM Binaan Rumah BUMN BRIUMKM Binaan Rumah BUMN BRI Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom

Ikut Pelatihan

Uli sadar dia hanya lulusan Diploma 3 keperawatan. Selama belasan tahun menikah, ia fokus menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak. Tidak ada latar belakang bisnis sama sekali.

Oleh karena itu, pada 2023 Uli mulai mengikuti berbagai kegiatan pelatihan komunitas UMKM seperti Rumah BUMN BRI. Tujuannya agar bisa mendapat pembinaan dalam mengembangkan usaha.

"Waktu itu pertama kali saya ke Rumah BUMN BRI diajak teman, katanya ada pelatihan pemasaran digital. Saya ikut," kenangnya.

Manfaat terbesar yang ia dapat setelah ikut pelatihan adalah perubahan pola pikir. Jika dulu ia hanya berpikir asal jualan, kini ia harus memikirkan strategi marketing bagaimana agar usahanya bisa berkelanjutan.

"Banyak perubahan yang harus saya ikutin ternyata, terutama digital, pentingnya media sosial untuk jualan," kata Uli.

Secara perlahan, profil usaha UliMus mulai dirapikan di media sosialnya. Ia juga membuka kanal pesanan melalui WhatsApp Business dan e-Commerce. Pasarnya pun semakin terbuka luas.

"Jadi setelah ikut pelatihan di Rumah BUMN BRI itu saya jadi tau, apa itu marketing, apa itu pencatatan keuangan, apa itu go digital, kelihatan arahnya," jelasnya.

Penjualan Meningkat

Pelatihan tersebut nyatanya berdampak langsung pada dapur produksi Uli. Penjualan bawang goreng UliMus yang semula ala kadarnya, terus mengalami tren kenaikan yang signifikan.

Dari awalnya hanya beromzet ratusan ribu rupiah, kini UliMus mampu meraih omzet Rp 7-10 juta per bulan. Bahkan produknya sudah pernah dikirim hingga luar Pulau Jawa, seperti ke Kalimantan dan Papua.

"Meningkatnya nggak langsung 'buk' gitu, tapi slowly but surely. Perlahan tapi pasti ada peningkatan dari dulu," ungkapnya.

Saat ini, produksi bawang goreng UliMus mencapai 100-300 kilogram per bulan. Meski skalanya masih UMKM, Uli memiliki target besar untuk bisa memproduksi hingga satu ton bawang setiap bulannnya.

"Target sebagai UMKM tentu bisnisnya berkembang konsisten. Mimpi saya omzetnya bisa meningkat jadi Rp 25-100 juta per bulan," harapnya.

Tembus Pasar Modern dan Luar Negeri

Produk UliMus saat ini sudah mendapatkan sertifikasi Halal dan BPOM. Ia juga sudah melakukan uji lab mikroba, gizi, logam, dan kadaluarsa sehingga produknya bisa bertahan selama 378 hari atau lebih dari 12 bulan.

Kini produk UliMus juga sudah naik kelas dan merambah ke pusat perbelanjaan ternama seperti Sarinah, Supermarket Hero dan beberapa mitra reseller di Jakarta.

Tak hanya itu, aroma sedap bawang goreng UliMus juga sempat dikirim ke luar negeri. Melalui pemasaran digitalnya, ia berhasil melayani pembeli Business-to-Consumer (B2C) hingga ke Jepang dan Singapura.

"Pembeli terjauh itu dari diaspora di Jepang. Meski ongkos kirimnya mencapai Rp 450 ribu untuk satu kilogram bawang, mereka tetap pesan. Itu jadi kebanggaan tersendiri bagi saya," tuturnya.

Uli juga aktif menjemput bola dengan mengikuti berbagai pameran dan bazar. Mulai dari Balai Kota, Jakarta Convention Center (JCC), Kota Kasablanka, hingga Bandara Soekarno-Hatta.

Ia mengenang momen pameran pertamanya di Balai Kota saat baru tiga bulan membangun usaha, di mana ia berhasil meraih omzet Rp2 juta hanya dalam empat hari, sebuah pencapaian luar biasa baginya saat itu.

Menurutnya, Rumah BUMN BRI telah memberikan banyak kesempatan dan peluang bagi UMKM untuk naik kelas. Fasilitas dan pelatihan Rumah BUMN BRI telah menjadi modal penting bagi usahanya untuk terus lebih maju.

"Rumah BUMN BRI telah menjadi wadah luar biasa bagi saya untuk 'kuliah' lagi, mengubah pola pikir, dan memberikan dukungan nyata agar UMKM seperti saya bisa naik kelas," jelasnya.

Camilan Bawang Goreng yang Membuat Uli Cuan dari RumahRumah BUMN BRI (Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom)

Temani UMKM Naik Kelas

Sementara itu, Koordinator Rumah BUMN BRI, Jajang Rohmana mengatakan Rumah BUMN BRI hadir sebagai wadah bagi para pelaku usaha lokal untuk berkembang. Pihaknya berkomitmen memberikan pembinaan secara gratis untuk membantu menemani UMKM dari awal hingga naik kelas seperti UliMus.

"Program kami bukan hanya sebatas pelatihan, tetapi ada juga program-program lain yang memfasilitasi perkembangan UMKM, salah satunya pengurusan legalitas. Karena permasalahan UMKM itu banyak dan bermacam-macam, jadi program-program di Rumah BUMN dirancang untuk melengkapi semua kebutuhan tersebut," jelasnya.

Jajang mengungkapkan UMKM saat pertama kali bergabung Rumah BUMN BRI akan diarahkan untuk mengisi scoring di Link UMKM. Hasilnya akan menjadi semacam rapor awal berbentuk sertifikat yang memetakan 3 aspek terunggul dan 3 aspek terendah dari usaha tersebut.

"Kami akan mengarahkan mereka untuk fokus mengikuti pelatihan pada 3 aspek terendah tersebut. Setelah itu, kami menyiapkan program pelatihan dengan mengundang narasumber yang ahli expert di bidangnya," terangnya.

Hingga tahun 2026, Rumah BUMN BRI di bawah naungan BRI KC S Parman telah menaungi sekitar 11.000 UMKM. Dari jumlah tersebut, tercatat ada sekitar 6.000 UMKM yang aktif mengikuti berbagai program pelatihan dan pendampingan.

"Tingkatannya terdiri dari Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Sebenarnya, kelas Go Digital itu ditujukan untuk mendorong UMKM agar siap menguasai pasar global. Namun, karena tidak semua jenis produk bisa diekspor ke luar negeri, fokus utama kami saat ini adalah mengoptimalkan proses digitalisasi," jelasnya.

(akd/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads