UMKM Sleman Dapat Ruang Usaha, Energi Bersih Ikut Didorong

UMKM Sleman Dapat Ruang Usaha, Energi Bersih Ikut Didorong

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Minggu, 23 Agu 2026 20:14 WIB
Tiyasan
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Tiyasan, Sleman, mendapat ruang untuk mengembangkan usaha sekaligus memperluas aktivitas ekonomi masyarakat.

Hal tersebut menjadi bagian dari Suadesa Festival 2026 yang digelar pada 22-23 Agustus 2026 di kawasan Tiyasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut mempertemukan aktivitas usaha, kuliner, hiburan, edukasi, serta pemanfaatan energi gas bumi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Abu Bakar mengatakan kawasan Tiyasan dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sepuluh tahun lalu Tiyasan belum begitu familiar di Yogyakarta, khususnya di Sleman. Dulu hanya menjadi jalan pintas dari Ngaglik menuju Terminal Condongcatur. Sekarang kita bisa meramaikan kawasan ini, anak-anak bisa berkumpul, dan ada perputaran rezeki (ekonomi) bagi pelaku usaha maupun masyarakat," ujar Abu Bakar dalam pembukaan Suadesa Festival, Sabtu (22/8/2026) malam.

Menurutnya, aktivitas di kawasan tersebut dapat membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat sekitar.

ADVERTISEMENT

"Dengan keterlibatan BUMN seperti PGN dalam pelaksanaan aktivitas lokal, ada perputaran rezeki di situ. Baik bagi pelaku usaha, masyarakat, maupun warga Tiyasan," tambahnya.

Direktur Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BP BUMN Edi Eko Cahyono mengatakan pengembangan UMKM perlu didukung dengan ekosistem yang dapat membantu usaha tetap berjalan setelah kegiatan berakhir.

"Kami memberikan wadah kepada UMKM dengan ekosistem yang dibutuhkan supaya UMKM kita semakin maju. Meskipun nanti kegiatan selesai, manfaatnya kami harapkan bisa terus berlanjut," kata Edi.

Sementara itu, Direktur Infrastruktur & Teknologi PGN Hery Murahmanta mengatakan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan tersebut juga didukung dengan pemanfaatan energi yang lebih bersih, salah satunya Compressed Natural Gas (CNG).

"Secara ekonomi, bapak-ibu disiapkan tempat untuk berjualan agar bisa mandiri. Kemudian secara sosial disiapkan oleh Pemkab Sleman dalam kegiatan yang luar biasa. Kita juga menyiapkan tempat untuk memasak dengan energi yang bersih," tutur Hery dihadapan para pelaku UMKM dan masyarakat yang hadir di Suadesa Festival.

Menurut Hery, aktivitas perdagangan, hiburan, dan penggunaan energi dapat berjalan dalam satu kawasan sehingga menciptakan kegiatan ekonomi bagi masyarakat.

"Kita bisa jualan, ada pembeli, ada hiburannya, ada energinya. Sehingga konsumen bisa nyambung semua. Ini kita harapkan menjadi langkah pertama," tuturnya.

Selain penggunaan CNG, PGN juga mengembangkan infrastruktur gas bumi di Kabupaten Sleman. Saat ini sekitar 4.500 sambungan rumah tangga telah terhubung dengan jaringan gas (jargas) di wilayah tersebut.

Hery mengatakan infrastruktur gas bumi tersebut dapat mendukung kebutuhan energi masyarakat dan kegiatan usaha di daerah.

"PGN Group berusaha menyiapkan infrastruktur untuk energi yang ada, dan energinya bisa berkesinambungan. Bapak-Ibu nanti bisa menggunakan CNG maupun gas yang selama ini sudah digunakan oleh saudara-saudara kita di Kabupaten Sleman," pungkas Hery.

(fdl/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads