UMK Dibidik Naik Kelas, Ada Program hingga Pasar Ekspor

UMK Dibidik Naik Kelas, Ada Program hingga Pasar Ekspor

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Jumat, 28 Agu 2026 12:57 WIB
Ilustrasi UMKM
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) kembali mendapat kesempatan mengikuti program pembinaan yang mencakup penguatan usaha hingga persiapan masuk pasar ekspor. Pendaftaran Pertamina UMK Academy 2026 dibuka secara daring pada 21-31 Agustus 2026 melalui laman umkacademy.id/onboarding.

Program tersebut ditujukan untuk membantu pelaku UMK meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha, mengembangkan produk, memanfaatkan teknologi, hingga memperluas akses pasar.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan peserta tidak hanya mendapatkan materi pembelajaran, tetapi juga pendampingan untuk menerapkannya dalam pengembangan usaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui Pertamina UMK Academy, Pertamina tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendampingi pelaku UMK untuk menerapkan pembelajaran secara langsung dalam pengembangan usahanya. Peserta didorong memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi, berkolaborasi, serta memperluas akses pasar," ujar Baron.

Pertamina UMK Academy telah berjalan sejak 2020. Program ini memiliki dua tahap pembinaan, yakni regional dan nasional.

ADVERTISEMENT

Pada tahap regional, peserta mendapat materi dasar pengembangan usaha sesuai sektor masing-masing. Peserta yang lolos kemudian mengikuti pembinaan nasional berdasarkan tingkat kesiapan usahanya.

Pembinaan nasional dibagi menjadi empat kelas. Go Modern berfokus pada pengelolaan usaha, Go Digital pada pemanfaatan teknologi digital, Go Online pada optimalisasi kanal daring dan perluasan pasar, sedangkan Go Global diarahkan untuk mempersiapkan UMK memasuki pasar business-to-business (B2B), baik domestik maupun ekspor.

Pada 2026, terdapat pula materi Go Green dan Go Aggregator. Go Green membahas penerapan praktik usaha yang lebih ramah lingkungan, sementara Go Aggregator membekali peserta untuk membangun kolaborasi dan memperluas akses pasar bersama pelaku UMK lainnya.

"Setiap pelaku UMK memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, materi serta pendampingan disesuaikan dengan posisi dan perkembangan usaha masing-masing agar proses pembinaan memberikan hasil yang lebih nyata dan terukur," tambah Baron.

Pada pelaksanaan 2025, lebih dari 2.000 pelaku UMK mendaftar. Sebanyak 1.430 peserta mengikuti pembinaan tahap regional dan 760 peserta melanjutkan ke tahap nasional. Dari jumlah tersebut, 581 peserta dinyatakan lulus dan naik kelas.

Salah satu peserta adalah Melani Septina Mutya Surya, pemilik usaha kerajinan sepatu NOBF asal Mojokerto. Ia meraih juara pertama kelas Go Global UMK Academy 2025.

Menurut Melani, pembinaan yang diterimanya membantu meningkatkan kualitas produk sekaligus mengembangkan usahanya.

"Berbagai pembekalan bisnis, pendampingan intensif, serta dukungan alat produksi membantu kami mengoptimalkan pengembangan produk sekaligus semakin memahami peluang dan kondisi pasar untuk pengembangan usaha," ujar Melani.

Pertamina membuka kesempatan bagi pelaku UMK dari berbagai sektor dan wilayah untuk mengikuti program 2026.

"Pertamina mengajak pelaku UMK dari berbagai sektor dan wilayah untuk memanfaatkan kesempatan ini. Kami berharap semakin banyak usaha lokal yang tumbuh tangguh, mandiri, kreatif, dan berdaya saing serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya," tutup Baron.

(fdl/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads