Sebanyak 1.013 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh telah mengikuti pembinaan melalui Rumah BUMN Pertamina Aceh Tamiang dan Aceh Timur.
Dari pembinaan tersebut, kedua Rumah BUMN telah menggelar 321 kegiatan pelatihan, memfasilitasi 207 kegiatan pameran dan perluasan akses pasar, serta mendukung penerbitan 1.375 legalitas dan sertifikasi usaha.
Pembinaan mencakup pengelolaan usaha, branding dan kemasan, pemasaran digital, legalitas, sertifikasi, hingga akses pasar. Sejumlah UMKM mengembangkan produk berbasis potensi lokal, mulai dari kerajinan anyaman pandan hingga madu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya Nalura & Co yang mengembangkan kerajinan anyaman pandan sejak 2017. Produk yang awalnya didominasi anyaman sederhana kini berkembang menjadi tikar, sajadah, ambal, sarung bantal, alas duduk, wall decor, tempat tisu, hingga produk fesyen.
Pendampingan yang diterima Nalura & Co mencakup branding, pemasaran, digitalisasi, dan pengembangan produk.
"Bagi kami, Rumah BUMN bukan hanya tempat mendapatkan informasi, tetapi juga ruang untuk berdiskusi dalam mengembangkan usaha. Kami semakin memahami bahwa untuk naik kelas, UMKM harus terus belajar dan beradaptasi, mulai dari produk, branding, pemasaran hingga pemanfaatan digital. Kami juga menjadi lebih percaya diri mengembangkan Nalura & Co karena memiliki tempat untuk berkonsultasi ketika menghadapi kendala atau ingin mencoba sesuatu yang baru," ujar Ratna Dewi, pemilik Nalura & Co.
UMKM lainnya, Madu Lusera, mengembangkan produk madu dengan memanfaatkan potensi alam kawasan Leuser. Pembinaan yang diikuti membantu usaha tersebut memperkuat pengelolaan bisnis dan pemasaran hingga memperoleh pesanan dalam jumlah lebih besar.
Madu Lusera juga melibatkan tenaga kerja lokal dan memanfaatkan platform e-commerce untuk menjangkau konsumen di luar daerah hingga pasar nasional.
Sementara Sahada di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, mengolah material yang sebelumnya tidak terpakai seperti plastik dan kain menjadi dompet, tas, serta aksesori.
Setelah mengikuti pembinaan, Sahada mengembangkan variasi dan kapasitas produksi. Produknya kini tidak hanya dipasarkan di wilayah sekitar, tetapi juga menjangkau konsumen di luar daerah.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan Rumah BUMN Pertamina diarahkan untuk membantu UMKM mengembangkan usaha sekaligus memperluas akses pasar.
"Pertamina terus mendorong pelaku UMKM untuk berkembang sesuai dengan tahapan dan kebutuhan usahanya. Melalui Rumah BUMN Pertamina yang tersebar di 29 wilayah, kami berupaya menghadirkan pendampingan yang tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga membantu membuka akses pasar sehingga UMKM semakin mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar ," ujar Baron.
Program pembinaan tersebut mencakup pendampingan usaha, perizinan, sertifikasi, perluasan pasar, serta pengelolaan hak cipta dan merek.
(fdl/fdl)









































