Berbisnis Menjadi Pelatih Bisnis

Berbisnis Menjadi Pelatih Bisnis

- detikFinance
Rabu, 26 Mar 2008 15:14 WIB
Berbisnis Menjadi Pelatih Bisnis
Jakarta - Mungkin masih sedikit orang yang berpikir untuk memiliki profesi sebagai pelatih bisnis. Apalagi berpikir untuk membuka usaha franchise pelatih bisnis.

Tentu tak jarang yang berpikir bahwa membuka usaha franchise selalu terkait dengan barang dan makanan, atau setidaknya benda mati alias tidak hidup. Namun ternyata, ada satu jenis franchise yang komoditinya tidak lain adalah diri anda sendiri. Namanya ActionCoach.

ActionCoach adalah merek franchise asal Las Vegas, Amerika Serikat, yang bergerak di bidang bisnis pelatihan untuk menjadi pelatih bisnis. Di Indonesia, lisensinya dimiliki oleh PT Indo Action.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usaha ini tergolong unik, karena anda tidak membutuhkan syarat-syarat yang biasanya dibutuhkan dalam membuka usaha franchise, seperti ruangan, produk yang akan dijual, dan lain sebagainya. Anda cuma memerlukan diri anda sendiri, dan modal tentunya.

"Dengan modal Rp 300-350 juta, anda bisa mengikuti serangkaian pelatihan di Las Vegas selama 10 hari. Setelah pelatihan itu, anda sudah menjadi seorang pelatih bisnis di bawah lisensi franchise ActionCoach," ujar Event Manager ActionCoach, Desrenia Widjaja yang ditemui disela-sela pameran waralaba beberapa waktu lalu.

Namun, Nia menjelaskan, tidak semua orang bisa mengikuti pelatihan di Las Vegas. Setiap orang yang berminat mengikuti pelatihan tersebut, harus terlebih dahulu mengikuti serangkaian tes via situs resmi PT Indo Action. Setelah lolos tes tersebut, anda dapat mengikuti pelatihan di Las Vegas untuk memperoleh lisensi franchise ActionCoach.

"Setelah menjadi salah satu pelatih bisnis kami, atau kami biasa menyebutnya Coaches, anda bisa membuka firma sendiri, atau bergabung dengan firma Coaches lainnya. Sistem kerja kami sudah ada, Coaches tinggal menjalankan. Tugas Coaches adalah memberikan pelatihan bisnis bagi mereka yang membutuhkan," ujar Nia.

Nia menjelaskan, bagi Coaches yang ingin membuka firma sendiri, diberikan kebebasan dalam menentukan lokasi, desain ruangan, dan sebagainya, kecuali yang terkait dengan sistem kerja ActionCoach. Sementara bagi Coaches yang memilih bergabung dengan firma milik Coaches lainnya, maka ia tidak memerlukan modal tambahan selain biaya pelatihan.

"Tapi tetap ada royalty fee, hanya saja besarnya tergantung hasil negosiasi seorang Coaches dengan pemegang master license, dalam hal ini PT Indo Action. Jadi masing-masing Coaches memiliki royalty fee yang berbeda-beda," jelas Nia.

Saat ini, di Indonesia baru ada 14 Coaches, sedangkan di seluruh dunia ada sekitar 1.000 Coaches di 25 negara.

Berminat jadi Coaches?

Datang saja ke

Wisma Antara 1408
Merdeka Selatan No 17
Jakarta 10110

atau

email: indoaction@actioncoach.com
web : www.actioncoach.com (dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads