Distro merupakan salah satu bentuk industri ekonomi kreatif yang dimulai oleh kalangan muda Bandung.
Karena keunikannya, distro bisa bertahan hingga kini. Tak sedikit kalangan selebriti ikut mencicipi bisnis yang sebagian besar berkutat di produk fashion ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan kini keterbatasan lahan sewa pun menjadi hambatan. Harga sewa tempat untuk distro kini meroket 50-100 persen dalam 2 tahun terakhir.
"Kami minta perhatian pemerintah kota Bandung," ujar Ketua Kreatif Independen Clothing Community Fiki Chikara Satari ketika mendampingi kunjungan Mendag Mari E Pangestu di sejumlah distro di Bandung, Rabu (2/4/2008).
Selain itu, Fiki juga mengingatkan perlunya pengaturan kawasan industri distro, karena selama ini distro di Bandung tidak pernah diatur.
Mendag Mari Elka Pangestu mengatakan industri distro di Bandung cukup menarik. Distro di Bandung bisa berkembang karena ada link dengan penggunanya. Seperti komunitas skateboard dan musik itu membutuhkan fashion untuk melengkapi aksinya dan inilah yang akhirnya bersinergi dengan distro.
"Satu lagi yang menarik itu lebih menciptakan pasar tidak menunggu pasar," ujarnya.
Kendala yang dihadapi distro menurut Mari adalah minimnya pendanaan dan isu mengenai Hak atas Kekayaan Intelektual yang kadang dilanggar dalam industri distro ini.
(ddn/qom)











































