Menurut Manajer Anya Kebab, Sugianto, sejak 3 tahun yang lalu masyarakat Indonesia kian menggemari makanan ini. Ini terbukti dengan jumlah outlet yang merebak hingga 70 unit saat ini.
Outlet-outlet itu tersebar antara lain di Jabodetabek, Pekalongan, Batam, Padang, Tanjung Enim, Jambi, Tarahan, Tenggorong, Palangkaraya, Samarinda, Banjarmasin, dan Makassar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu bagaimana jika Anda ingin ikut berbisnis makanan Timur Tengah ini?
Dana investasi yang harus disiapkan cukup ringan. Anda mesti menyediakan Rp 15 juta untuk outlet outdoor dan Rp 18 juta untuk outlet indoor. Harga ini hanya berlaku untuk wilayah Jabodetabek, sementara untuk ke luar kota ditambah biaya ekspedisi.
Investasi untuk indoor lebih mahal karena kebutuhan penerangannya lebih banyak sehingga pembuatannya lebih sulit dan lama.
Dengan dana sejumlah ini, Anda mendapatkan gerobak outlet, peralatan berjualan, pemanggang, kompor gas dan tabung elpiji 3 kg. Tak lupa, Anda juga akan mendapat bahan baku perdana antara lain 10 kg daging. Kalau bahan bakunya sudah habis, maka Anda bisa membeli ulang ke kantor pusat Anya Kebab.
"Untuk masalah daging ini, kami satu-satunya franchise yang membuat daging sendiri. Baik daging ayam, daging, atupun sapi," katanya.
Selain dana investasi, Anda juga harus menyediakan lokasi yang strategis.
Sugianto bercerita rata-rata kliennya sudah bisa balik modal dalam 11 bulan. Meskipun ada juga yang bisa balik modal hanya dalam 2 bulan. "Itu tergantung keramaian lokasinya," ujarnya
Setiap bulannya, para klien Sugianto ini bisa meraup laba kotor hinggga Rp 20 juta dengan profit margin sekitar 40-50%.
Anda tertarik? Bisa menghubungi Anya Kebab di Is Plaza Building lantai 8, Jalan Pramuka Raya Kav 151. (021) 8561567, 98274712. Atau kunjungi www.anyakebab.com, anya@indosat.net.id. (lih/ddn)











































