Hal tersebut disampaikan Asisten Operasional Direktur Indomaret Heri S Sudarijanto di acara seminar Indonesia International Halal Exhibition di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (4/7/2008).
"Dengan membuka 300 outlet di 2008, capital expenditure (capex) yang dibutuhkan mencapai Rp 25 miliar, dananya dari internal," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun depan Indomaret menargetkan 40 persen milik Indomaret 60 persen milik waralaba," ujarnya.
Heri terus mengajak pewaralaba membuka Indomaret dengan minimal investasi Rp 500 juta. Tahun depan usaha ini akan terus menggeliat karena demand terus terbuka lebar, apalagi di Indonesia Timur seperti Pulau Kalimantan dan Sulawesi.
"Yang berminat sudah ada, tapi ini terkait adanya distribusi center dan masalah transportasi sehingga kita belum tahu kapan membuka di sana. Kami akan ekspansi ke Indonesia Timur, tapi sampai sekarang belum ada karena untuk mencari rantai distribusi masih sulit," ujarnya.
Indomaret mulai berdiri pertama kali di Duta Merlin pada tahun 1988. Sekitar 9 tahun kemudian Indomaret mulai merintis bisnis usaha waralaba.
Sampai akhir 2007 ada lebih dari 2.000 outlet yang tersebar di Jakarta, kota lain di Jawa, Bali, dan Lampung.
(ddn/ir)











































