Kenaikan Harga Rotan Pangkas Keuntungan Pedagang Parcel

Kenaikan Harga Rotan Pangkas Keuntungan Pedagang Parcel

- detikFinance
Minggu, 31 Agu 2008 17:01 WIB
Kenaikan Harga Rotan Pangkas Keuntungan Pedagang Parcel
Jakarta - Kenaikan harga bahan baku rotan hingga 30% telah membuat terpangkasnya margin para perajin dan pedagang parcel.

Para pedagang dan perajin tidak berani menaikan harga jual sesuai dengan kenaikan bahan baku karena masih memperhitungkan daya beli konsumen.

"Harga rotan ada kenaikan semenjak kenaikan BBM, naiknya sampai 30% kita nggak ngikutin kenaikan, nanti  pembeli  bisa kaget," ujar Jamaludin pemilik Jamal Rotan salah satu toko penjual parcel di kawasan Stasion Cikini yang ditemui detikFinance, Minggu (31/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan naiknya harga rotan diakui Jamal, telah menyebabkan kenaikan harga parcel hingga 10% sampai 15% khusus untuk komponen keranjang yang selama ini didominasi oleh rotan. Artinya, kenaikan tersebut tidak mampu menutupi kenaikan harga rotan sebesar 30%.

"Kenaikan rotan mempengaruhi kenaikan harga hingga  Rp  15.000 sampai Rp 20.000 per parcel. Sekarang orang masih mantau harga," kata Jamal.

Bahkan selain komponen rotan yang naik, terjadi pula kenaikan komponen harga besi. Untungnya lanjut Jamal, para konsumen kurang tertarik dengan keranjang parcel dari besi.

"Pasar memang lebih senang dengan rotan dari pada besi. Seminggu sebelum puasa orang pesan kerangka, kalau parcelnya nanti satu minggu sebelum lebaran," jelas Jamal.

Jamal hingga kini mampu menjual 100 keranjang parcel dalam sehari, ia memperkirakan detik-detik jelang lebaran akan terjadi lonjakan permintaan hingga 300 keranjang per hari.

Sementara itu, Mila dari Toko Kembar  rekan Jamal sesama perajin parcel mengatakan, kenaikan bahan baku cukup menyulitkan posisi para pedagang dan perajin parcel, mengingat posisi tawaran para pembeli sangat rendah.

"Sekarang harga rotan mahal, naiknya bisa 20%-30% tapi kita jual dengan harga lama," ujar Mila.

Senada dengan Jamal dan Mila, Dody pemilik Asnawi Rotan menambahkan bahwa kondisi perajin dan pedagang parcel sekarang ini kondisi kurang bagus, dimana permintaan harga konsumen sangat rendah, sedangkan bahan baku terus naik.

"Ya terpaksa kita pangkas margin, tapi untungnya tidak semua komponen naik, bahan-bahan lainnya di luar besi dan rotan tidak naik," jelas Dody.

(hen/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads