Pada pedagang parcel dikawasan stasiun kereta api Cikini yakin bakal kebanjiran pesanan menjelang perayaan lebaran. Dan pada tahun ini mereka mendapat akan anugerah tambahan pesanan dari para konsumen yang kebetulan bertepatan dengan ajang pemilu 2009 nanti.
Tommi pemilik Toko Tom Rotan yang berada dikawasan Cikini mengaku permintaan wadah parcel cukup tinggi pada tahun ini, terlebih satu minggu sebelum puasa. Trend ini dikatakannya berbeda jauh dari tahun lalu yang cenderung sepi dari pembeli. Pada tahun lalu, ada larangan bagi para pejabat untuk menerima parcel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Trend sekarang ini seminggu sebelum puasa sudah ada yang belanja tahun lalu tidak ada. Bakal bagus tahun ini mungkin sekarang ini berbarengan dengan pemilu, sejak seminggu puasa sudah ada permintaan parcel," ujarnya ketika ditemui detikFinance, Minggu (31/8/2008).
Ia memperkirakan terjadi kenaikan 10% permintaan wadah parcel, khususnya seminggu sebelum awal puasa dan puncaknya akan terjadi lonjakan hingga 30% mendekati lebaran.
Diakuinya permintaan diawal puasa ini lebih banyak konsumen yang membeli untuk sebatas contoh saja. Sedangkan permintaan parcel lengkap dengan isinya akan terjadi mulai pertengahan bulan puasa sampai 1 minggu sebelum lebaran.
Namun ia tetap khawatir terhadap larangan pemerintah mengenai penggunaan parcel bagi pejabat pemerintah, yang tahun-tahun sebelumnya sempat diberlakukan sehingga membuat usaha parcel lesu.
Untuk tahun ini ia belum tahu, apakah akan ada larangan lagi, namun ia mengharapkan
pelarangan tersebut tidak ada sehingga ia bisa mendapatkan rezeki tahunan dari usaha
parcel.
"Tahun lalu KPK bersuara, 2006 sampai 2007 sekarang saya ingin jangan ada aturan
itu, kasihan pengusaha kecil," harapnya.
Menurutnya larangan itu akan mengganggu usaha kecil termasuk berdampak bagi perajin,
pedagang parcel dan lainnya.
Hal yang samapun disampaikan oleh Mila, salah satu asisten Toko Kembar. Menurutnya, dengan tidak adanya larangan maka usaha parcel tahun ini akan mengalami kenaikan terlebih banyak kondisi yang mendukung seperti lebaran, natal, tahun baru, imlek dan pemilu awal 2009.
Awal puasa ini tokonya mampu menjual 100 keranjang parcel tanpa isi, ia mengharapkan
pada pertengahan bulan puasa permintaan akan melonjak.
"Paling murah kami jual parcel Rp 300.000 sampai Rp 650.000 isinya macam-macam mulai dari makanan, barang pecah belah, tapi banyak yang suka makanan," kata Mila.
Harga wadah atau keranjang yang dijual bermacam-macam mulai dari yang termurah seharga Rp 15.000 sampai Rp 60.000.
"Kalau aturan dibawah 1 juta diperbolehkan, maka cukup membantu kami, hampir 50%-60% pesanan kami pada harga sekitar itu," tambah Tommi.
Sementara itu Puput pemilik Berkah abadi, mengatakan bahwa memang sekarang ini permintaan kerangka parcel lebih banyak namun secara jumlah berkurang.
"Orang masih takut-takut, yang sekarang ini parcel Rp 100.000 paling laris," jelasnya.
(hen/qom)











































