"Bayangkan industri seperti itu tidak ada referensinya untuk bisa update," keluh Kalla.
Hal ini diungkapkapkan Kalla saat menerima Mahasiswa Penerima Fellowship Universitas Paramadina di Sekretariat Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (18/09/2008).
Kalla mengunjungi Kantor BP Migas pada Rabu Kemarin (17/09/2008). Saat rapat dengan para petinggi BP Migas, JK menanyakan apakah kantor itu punya perpustakaan.
"Saya bertanya di mana perpustakaannya, mereka diam saja. Habis rapat, saya bilang saya mau perpustakaannya, ternyata tidak ada," kata Kalla kecewa.
Menurut Kalla, industri seperti BP Migas harusnya mempunyai ruang sebagai sumber referensi dan update. "Apa yang dipekerjakan oleh para kontraktor minyak itu? Apa yang anda baca..?," ucap Kalla menirukan ucapannya ketika itu kepada para pejabat di BP Migas.
Kalla menyayangkan BP Migas sebagai salah satu industri yang punya peran dalam menigkatkan dan mendorong ekonomi berjalalan, malah tak mempunyai perpustakaan. "Kita ingin memajukan negara dengan update dan referensi yang dinamis," terangnya.
(gun/qom)











































