"Mati aku ditanya gini sama anak-anak SD," ujar Purnomo dalam pidato sambutan HUT PLN ke 63 di kantor pusat PLN, Jl Trunojoyo, Jakarta, Minggu (26/10/2008).
Kalimat tersebut spontan keluar dari mulut Purnomo lantaran mendapat sejumlah pertanyaan-pertanyaan seputar energi dan listrik yang dilontarkan oleh anak-anak SD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Acara seperti ini memang keluar ongkos. Tapi dari keluarnya ongkos itu ada keuntungan yang bisa dicapai. Satu, kampanye hemat listrik. Dua, bersilahturahmi PLN dengan masyarakat. Ketiga, saling berbagi dan bertukar pikiran. Jadi tidak apa-apa keluar biaya untuk suatu hal yang banyak manfaatnya," jawab Purnomo.
Selesai menjawab pertanyaan tadi, seorang siswa SD kembali menanyakan sebuah pertanyaan yang membuat Purnomo kewalahan.
"Pak, pemerintah kan punya program mengganti bahan bakar minyak tanah dengan elpiji. Tapi ketika ibu saya mau beli elpiji, kok harganya mahal pak?" ujar siswa SD tersebut.
Kontan saja Purnomo kaget. Namun ia segera menanggapinya dengan menjelaskan maksud dari program konversi minyak tanah ke elpiji.
"Tujuan dari program ini adalah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak sekaligus memberikan subsidi bagi para pengguna minyak tanah dengan membagikan tabung elpiji 3 kg secara cuma-cuma," ujar Purnomo.
Purnomo menambahkan, selain berbahaya pada dasarnya menggunakan bahan bakar minyak tanah biayanya lebih tinggi ketimbang menggunakan elpiji.
"Nah kenapa jadi mahal? Sebenarnya program pembagian tabung 3 kg ini merupakan subsidi, jadi tidak untuk semua kalangan. Namun kini banyak yang menjualnya secara bebas, sehingga jadi mahal. Jadi sebenarnya kalau kamu mau beli tabung elpiji 3 kg, itu melanggar aturan, karena ini sebenarnya program pemerintah dan dibagikan gratis," jelas Purnomo.
HUT PLN ke-63
Hari ini PLN merayakan hari ulang tahun ke-63 yang sekaligus menjadi perayaan Hari Listrik Nasional.
Perayaan tahun ini diisi dengan acara gerak jalan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar, jajaran direksi lainnya, serta seluruh keluarga besar PLN.
Dalam lapangan utama Kantor Pusar PLN terdapat pameran permainan anak tanpa menggunakan listrik, sebuah panggung hiburan yang menampilkan artis ibukota, dan pameran lukisan.
Acara ini juga menjadi ajang bagi PLN untuk mengkampanyekan hemat listrik. Saat melakukan gerak jalan yang mulai pada 06.00 WIB, banyak peserta yang membawa spanduk yang membawa pesan agar masyarakat menggunakan listrik seperlunya.
Purnomo dalam sambutannya mengatakan agar hemat listrik harus dari diri sendiri.
"Saya harap pesan PLN saat ini melebar ke skala nasional," katanya. (dro/ddn)











































