Namun 2 penghargaan yang diraih oleh Sri Mulyani ini serasa menjadi sebuah anugerah di tengah berbagai cobaan. Sri Mulyani pun mengucapkan terima kasih kepada para 'pendukungnya'.
Para pendukung Sri Mulyani itu antara lain Gubernur BI Boediono, Mendag Mari Elka Pangestu yang dinilainya menyenangkan, Menneg BUMN Sofyan Djalil yang dikatakannya senantiasa merenungkan kehidupan sufi, Emir Moeis yang merupakan teman di panitia anggaran yang setia rapat hingga dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mendapatkan penghargaan yang sebetulnya sebagai orang Jawa merasa kurang elok mendapatkan itu. Pertama, ibu saya belum 40 hari meninggal," jelas Sri Mulyani disela-sela peringatan puncak hari keuangan di Gedung Depkeu, Jakarta, Kamis (30/10/2008).
Ujian kedua adalah mengenai kondisi perekonomian dunia yang saat ini justru menjadi ujian bagi menteri keuangan di seluruh dunia.
"It's not the right time to be finance minister," jelas Sri Mulyani.
Ia juga menepis tudingan mendapatkan penghargaan dengan membayar. "Saya juga nggak tahu, saya nggak pernah membayar," tegas mantan Direktur IMF ini.
Dua penghargaan diperoleh Sri Mulyani sekaligus yakni dari Majalah Emerging Market Asia yang menganugerahkan Asian Finance of The Year 2008. Ini adalah penghargaan kedua yang diperoleh setelah penghargaan serupa di tahun 2006.
Penghargaan yang kedua datang dari majalah EuroMoney yang memberinya gelar Finance Minister of The Year and Minister Contribution To Finance Award 2008.
Kedua penghargaan ini diberikan karena Sri Mulyani dinilai sangat gigih membawa perekonomian Indonesia tetap tumbuh di tengah beragam kesulitan menerpa. Selain itu dibawah kepemimpinan Sri Mulyani, Departemen Keuangan menjadi lembaga yang terus mengalami reformasi kelembagaan dengan tata kelola yang terus membaik
"Penghargaan ini adalah milik seluruh staff Departemen Keuangan dan para pemangku
kepentingan yang terus bekerja keras mengelola hingga mempertahankan kesehatan
perekonomian nasional Indonesia seperti saat krisis ini melanda," ujar Sri Mulyani.
Dalam acara yang digelar bersamaan dengan acara peringatan hari keuangan ke-62 ini
juga diluncurkan buku Turning Words into Action, berisi kumpulan pidato Ani selama
menjabat Menteri Keuangan dan Pelaksana Tugas Menko Perekonomian. Seluruh undangan
yang hadir diberi hadiah buku tersebut dan dilanjut dengan penandatangannya secara
ekslusif oleh Menkeu.
Acara tersebut juga dihadiri Gubernur BI, Boediono, Menneg BUMN, Sofyan Djalil,
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu serta jajaran Dirjen di Departemen Keuangan.
(ang/qom)











































