Ciputra Lebih Kokoh Melawan Krisis

Ciputra Lebih Kokoh Melawan Krisis

- detikFinance
Sabtu, 22 Nov 2008 14:25 WIB
Ciputra Lebih Kokoh Melawan Krisis
Jakarta - Belajar dari pengalaman krisis moneter 10 tahun lalu, pengusaha Ciputra kini lebih siap menghadapi krisis. Satu yang dibanggakannya, saat krisis kali ini ia tidak memiliki utang seperti satu dasawarsa lalu. Β 
Β 
Sosok yang satu ini bisa dibilang sebagai seorang pengusaha ulung, gerak-gerik bisnisnya seakan-akan tidak ada matinya.

Ciputra, yang biasa dipanggil akrab Pak Ci, hingga kini masih menahkodai bisnisnya sebagai di grup Ciputra seperti PT Ciputra Development Tbk, PT Ciputra Surya Tbk dan PT Ciputra Properti Tbk.
Β 
Masa-masa krisis baginya memberikan kesan tersendiri seperti saat krisis moneter menerjang Indonesia pada tahun 1998.

Ia mengaku pada masa itu ia berutang habis-habisan karena lesunya pasar properti pada masa itu. Bahkan utangnya sempat menggunung melebihi total penjualannya.
Β 
Krisis keuangan tahun 2008 kali ini relatif lebih baik bagi bisnisnya karena sepanjang kurun waktu 10 tahun lalu ia terbebas dari utang.
Β 
"Justru nggak, waktu 10 tahun lalu krisis 1998 kita punya utang 18 kali dari sales kita, 18 kali utang kita dari pada penjualan kita. Kalau sekarang terbalik, sales kita 18 kali dari utang kita," ungkapnya disela-sela acara Ernst & Young Award 2008 di Hotel Mulia, Jakarta, 19 November 2008.
Β 
Selain tidak berutang, salah satu alasan mengapa ia begitu optimistis kalau bisnisnya sekarang relatif aman. Karena ia sekarang ini lebih fokus bisnis perumahan landed house dan mall, sedangkan untuk apartemen dan kondominium menurutnya lebih berisiko tinggi.
Β 
"Kita sudah belajar dari 10 tahun yang lalu, dengan prudent dan lebih hati-hati, pinjaman sedikit mungkin jadi kita sudah IPO dan rights issue, tidak meminjam. Praktis kami tidak meminjam sejak 10 tahun lalu," paparnya.
Β 
Ciputra mengaku tidak bisa memprediksi lebih jauh mengenai kondisi sektor properti pada tahun depan, termasuk langkah bisnis selanjutnya karena masih harus dibicarakan lebih lanjut dengan manajemen.
Β 
"Kami sedang menunggu sampai Januari, akan berapa banyak terpengaruh kepada krisis, kita lebih pada landed house kita bergerak pada rumah besar, sedang maupun kecil," ujarnya.
Β 
Mengenai kondisi perbankan yang mulai mengerem kredit KPR dan menaikkan sukubunga KPR, diakuinya cukup mempengaruhi bisnisnya, namun ia berharap masalah ini bisa segera berlalu di tahun depan.
Β 
"Kita bergantung dari pada KPR, kalau ada KPR target kita tidak berkurang, cuma sekarang KPR naik, jadi makanya menunggu satu bulan ke depan diharapkan KPR akan lancar lagi. Jadi kita tergantung dengan KPR, apakah mendukung pertumbuhan kita," katanya.
Β 
Ia menambahkan semua proses pendanaan bisnis propertinya lebih banyak melalui IPO yang dilanjutkan dengan right issue dan hasil penjualan. "Tidak ada obligasi," jelasnya. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads