Dalam acara bertema "Mobile, Experiental, and Social" yang digelar MarkPlus Inc tersebut, pria kelahiran Bogor tersebut mengekspresikan suasana hatinya dengan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran BRI yang telah membantunya selama ini.
"Saya berterima kasih sekali, suatu penghargaan luar biasa buat saya dan tentunya juga buat BRI. Saya yakin penghargaan ini bukan untuk saya saja tetapi untuk seluruh jajaran BRI di Indonesia," ujarnya kepada detikFinance di acara MarkPlus Conference 2009 di Hotel Ritz Carlton, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis (11/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini memang sebuah penghargaan, tentunya juga sebuah beban yang harus saya pertahankan ke depan supaya menjadi lebih baik di tahun-tahun mendatang," imbuhnya.
Ia pun berharap dapat membawa BRI menjadi bank nomor satu di Indonesia. "Mudah-mudahan ya," ungkapnya.
Menurut Chairman dan Founder MarkPlus Hermawan Kartajaya, sejak dipercaya menjadi Direktur Utama BRI pada tahun 2005, Sofyan banyak mengeluarkan keputusan strategis yang berdampak signifikan terhadap kinerja BRI.
"Pertama, keputusan masuk ke sektor konsumer yang mendorong BRI untuk masuk ke kawasan perkotaan," ujarnya.
Ia mengatakan, dengan keputusan tersebut sebagai financial intermediary kini BRI semakin kokoh berperan menguasai desa hingga kota.
Hingga September 2008 BRI memiliki 5.199 unit kerja yang tersebar di seluruh lndonesia. Untuk pertumbuhan di perkotaan, saat ini BRI memfokuskan bisnisnya di 14 kota-kota besar.
"Kedua, lewat implementasi strategi pemasaran yang jitu, BRI tidak terjebak pada strategi pemasaran price war yang banyak dilakukan pebisnis lainnya. Sebaliknya, BRI sangat kreatif dalam mengemas konsep strategi pemasaran untuk segmen pasar yang dibidiknya," ujarnya.
Ia menambahkan, hal ini terlihat pada strategi pemasaran produk "Untung Beliung BRITAMA". Setelah kampanye besar-besaran terjaring sekitar 500 ribu account dan dana masyarakat sekitar Rp 4 triliun.
Sofyan dipercaya untuk menggantikan Rudjito sebagai Direktur Utama BRI yang baru tepatnya pada 16 Mei 2005. Sejak saat itu, beberapa keputusan strategis Sofyan terbukti mampu membawa dampak yang baik terhadap kinerja BRI.
Salah satunya adalah keputusan masuk ke sektor consumer yang tepat. Selama ini kekuatan BRI menancap kokoh di pedesaan diperkuat lagi dengan cara masuk ke kawasan perkotaan. Dengan penggabungan ini akhirnya membuat dana pihak ketiga BRI terus meningkat.
Bisa dipastikan dalam 3 tahun terakhir kepemimpinan Sofyan sebagai Dirut BRI telah mengubah image BRI sebagai bank desa menjadi bank yang sejajar dengan bank-bank besar lainnya.
Sofyan sendiri bukanlah wajah baru dalam dunia perbankan nasional, Ia sudah malang-melintang sejak tahun 1981 bekerja di Bank Duta. Tak lama setelah itu, pada tahun 1985, Ia hijrah ke Bank Bukopin dan menduduki beberapa jabatan manajerial.
Jabatannya di Bank Bukopin diawali dari kepala cabang di beberapa cabang Bank Bukopin, Group Head Line of Business, Direktur Komersial hingga akhirnya Ia menjabat Sebagai Direktur Utama Bukopin di tahun 2000 lalu.
Dengan beberapa keberhasilannya mengembangkan BRI, maka tidak salah jika MarkPlus memberikan penghargaan berupa Marketer of The Year 2008.
(ang/lih)











































