"Setiap BBM dinaikan saya babak belur. Bahkan gara-gara BBM ini saya dipanggil mat solar. Memang masalah harga BBM itu sangat sensitif," ujar Purnomo.
Hal ini disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam diskusi "Energy As a Key To Domestic Growth' di Kantor DPP Golkar, Jalan anggrek Nelly, Jakarta, Selasa (3/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu ada tujuh jenis BBM yang disubsidi tapi sekarang pelan-pelan kita lakukan secara bertahap dari tujuh item menjadi tiga jenis BBM yaitu Premium, solar dan kerosin. Mudah-mudahan ketika saya berhenti jadi menteri masih ada satu-dua jenis BBM yang disubsidi," ungkapnya.
Jika harga BBM dijual dengan harga keekonomiannya, imbuh Purnomo, maka konversi minah ke elpiji tidak perlu dilakukan.
"Karena harga minyak tanah secara otomatis akan naik ke harga keekonomiannya Rp 5 ribu," pungkas Mat Solar... eh, Purnomo.
(epi/qom)











































