"Saya sama sekali tidak sedih, malah saya sangat plong. Karena beban itu sudah hilang sekarang," katanya dalam acara pisah sambut direksi lama dan direksi baru Pertamina di gedung Pertamina, Jumat (6/2/2009).
Setelah lengser dari kursi nomor satu di BUMN terbesar ini, Ari menyatakan dirinya akan beralih menjadi konsultan di bidang migas. Khusus untuk Pertamina, ia mengaku tidak akan menarik bayaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam acara pisah sambut itu, Ari mengucapkan terima kasih pada Iin Arifin Takhyan yang telah mendampinginya sebagai Wadirut Pertamina selama 3 tahun belakangan.
"Terimakasih untuk Pak Iin yang telah mendampingi saya selama tiga tahun memimpin Pertamina," katanya.
Tak hanya kepada Iin, Ari juga mengucapkan mengungkapkan kesan-kesannya pada jajaran direksi lain yang dianggapnya telah bekerja dengan sangat kompak.
"Juga kepada seluruh direksi Pertamina. Direksi yang paling komperehensif, paling kompak dan tidak mempunyai kepentingan sendiri dan hanya memikirkan kemajuan Pertamina," tambahnya.
Terakhir, ia berpesan agar transformasi Pertamina yang sudah dirintisnya selama ini tetap dilanjutkan demi menuju World Class Company.
"Estafet kepemimpinan itu akan terus berlanjut, tapi komitmen untuk memajukan Pertamina dengan program transformasi harus tetap kita jaga," katanya. (lih/ir)











































