Mari Pangestu dan Lontong Cap Go Meh

Mari Pangestu dan Lontong Cap Go Meh

- detikFinance
Senin, 09 Feb 2009 15:09 WIB
Mari Pangestu dan Lontong Cap Go Meh
Jakarta - Merayakan pesta Cap Go Meh tidak lengkap rasanya tanpa liong, barongsai dan makanan khasnya. Sampai-sampai Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu pun tak sabar ingin segera menyantap makanan wajib di hari cap go meh itu.

Lontong cap gomeh adalah makanan khas perayaan cap go meh yang membuat lidah bergoyang meski hanya berbahan dasar sederhana. Perpaduan antara lodeh terong, opor ayam dan lontong itu memang bikin ketagihan. Β 

"Saya sudah tidak sabar untuk mencoba makanannya, terutama lontong cap go meh," ujarnya disela-sela acara Cap Go Meh yang diselenggarakan Paguyuban Pedagang Pancoran dan Glodok, Jakarta, Senin (9/2/2009).
Β Β Β Β  Β 
Putri dari ekonom Indonesia, J. Panglaykim itu mengaku sangat menyukai makanan yang ditawarkan saat perayaan cap go meh. Begitu pula dengan berbagai makanan yang dijual di kawasan Glodok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di tempat ini, Anda bisa temukan makanan enak yang tidak akan Anda temukan di tempat lain. Ada dari zaman 50-60 tahun yang lalu masih ada makanan itu disini," ucapnya.

Mari terlihat sangat antusias mengikuti berbagai rangkaian kegiatan upacara cap go meh di Glodok itu. Mulai dari atraksi naga Liong, Barongsai hingga pentas pertunjukan beladiri asli China dinikmatinya.

Mari seperti warga Tionghoa lainnya memang pantas bergembira di perayaan cap go meh yang puncaknya dirayakan setelah 15 hari perayaan Imlek. Cap Go Meh juga melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Imlek bagi komunitas kaum migran Tionghoa yang tinggal di luar China.

Selain lontong Cap Go Meh, wanita yang memperoleh gelar Bachelor dan Master of Economics dari Australian National University, serta gelar Ph.D. dalam bidang Perdagangan Internasional, Keuangan, dan Ekonomi Moneter dari Universitas California, Davis itu juga punya makanan kesukaan di daerah Glodok.

Mari mengaku sangat menyukai nasi campur dan gado-gado direksi yang bisa ditemui di tempat yang sama.

"Kenapa disebut gado-gado direksi, itu sejarahnya karena banyak direksi bank di sepanjang jalan ini yang suka makan di warung gado-gado tersebut," ujarnya membuka rahasia.

(ang/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads