Departemen Perindustrian dianggapnya masih belum memiliki gigi dalam mengkoordinasikan sektor-sektor yang dibawahinya.
Bahkan ia berpendapat bahwa industri dalam negeri harus terus didorong, yang tidak hanya menarik investor dari luar negeri namun memberdayakan modal dalam negeri.
"Bagaimana kita bisa mengubah yang biasa mengekspor bahan mentah keluar negeri, diubah jadi ekspor yang memiliki nilai tambah," kata Rachmat Gobel dalam acara pengusaha bertanya di hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (13/2/2009).
Mendengar pernyataan yang tajam tersebut Sekjen PDI-P Anung langsung menyambar sekaligus melamar Rachmat untuk menjadi menteri.
"Menterinya tidak seperti Pak Rachmat, seharusnya, mari bergabung, bersama kami," seru Pramono yang langsung disambut tawa hadirin. Rachmat Gobel tampak senyum-senyum saja.
Rachmat Gobel dalam dialog tersebut sempat grogi dan salah menyebut nama partai. Maksud hati menyebut PDIP, namun yang keluar justru kata partai Demokrat.
Selain Gobel, mantan Dirut BNI Sigit Pramono termasuk salah satu yang diincar oleh PDIP. Pemikiran Sigit di bidang keuangan dinilai Pramono sesuai dengan PDIP.
"Pemikiran-pemikiran Pak Sigit sesuai dengan kami, maka bergabung lah," seru Pramono lagi.
Mau pak?
(hen/qom)











































