"Kami usulkan Wapres JK 100% sebagai everyday's hero untuk produk sepatu Indonesia," kata ketua Umum Aprisindo Eddy Widjanarko dalam acara temu pengusaha sepatu di Bandung, Senin (2/3/2009).
Sekarang ini kata dia, tim dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), sedang mengodok pemilihan tokoh atau sosok yang dijadikan panutan dalam memperjuangkan banyak hal termasuk memberikan apresiasi terhadap produk tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan dari pasar produk alas kaki domestik yang mencapai Rp 25 triliun per tahun, saat ini produk domestik hanya menguasai pangsa pasar 40% sedangkan 60% dikuasai impor.
"Tahun ini kita harapkan bisa naik 60% pangsa pasar ada kenaikan Rp 5 triliun," imbuhnya.
Jika ini bisa tercapai ia memperkirakan akan ada tambahan tenaga kerja sebanyak 100.000 orang sebagai implikasi susutnya produk sepatu impor di Indonesia.Ketertarikan JK terhadap sepatu pun terlihat pada kunjungannya ke Cibaduyut kali ini. Di tengah kerumunan massa yang berdesak-desakan, JK terlihat asyik keluar masuk toko-toko sepatu di kawasan tersebut.
Sebagai awalan, JK mengunjungi toko sepatu Oval. Di toko ini, ia terlihat menggam sepatu bermerek Adlos. Setelah melihat-lihat, ia pun tertarik.
"Ya, saya yang warna hitam ya, nomor 39. Pak Gubernur nomor 42," katanya pada penjaga toko.
Keluar dari toko Oval, ia masuk ke toko lainnya yang bernama D'Class dan melanjutkan ke toko Indah Collection. Begitu keluar dari toko Indah Collection, JK pun terlihat senang dengan menenteng tas kulit berwarna hitam.Kalau begini, apakah JK memang cocok jadi pahlawan sepatu?
(hen/lih)











































