Kejadian itu berlangsung dalam acara penutupan sidang dewan pleno I HIPMI di hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (11/3/2009). JK sempat menanyakan Erwin soal produk sepatu yang dikenakannya.
"Win, sepatu mu buatan apa?" tanya JK.
"Bally," jawab Erwin.
"Ah, Bally. Berarti ia (Erwin) membuat (tema) kemandirian ekonomi tetapi tidak melaksanakan kemandirian ekonomi," ucap JK di sambut riuh para hadirin.
Tak berhenti sampai disitu, JK juga menanyakan beberapa tamu undangan lainnya termasuk Menteri Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, dan beberapa Gubernur yang hadir, yang jawaban rata-rata menjawab dari buatan Bandung.
"Wah, ketua HIPMI yang berpidato kemandirian ekonomi dia pakai asing, besok berubah harus pakai Cibaduyut," seru JK.
JK memang sedang giat mengkampanyekan penggunaan sepatu lokal. Berkali-kali JK menyempatkan diri mengecek merek sepatu para bawahannya. JK mengaku, selama satu bulan kampanye penggunaan sepatu lokal akhir-akhir ini, hasilnya permintaan sepatu dalam negeri naik hingga 20%.
Menurut JK, sepatu adalah lambang nasionalisme, ia mencontohkan kasus pelemparan sepatu beberapa waktu lalu sempat menghina AS setelah bertahun-tahun. Padahal harga sepatu hanya ratusan dolar atau jauh lebih murah dari harga roket seharga jutaan dolar.
"Karena kita harus sadar kalau bicara kemandirian harus dilaksankan jangan hanya dipidatokan, itu lebih baik. Itu namanya lebih cepat dan lebih baik," ucapnya disambut riuh.
Menurutnya, inti dari kemandirian adalah semangat dan keharusan kalau Indonesia bisa melakukannya. Ia mencontohkan bebebrapa program pemerintah yang awalnya tidak mungkin dilakukan pada akhirnya bisa dilakukan dengan modal semangat untuk bisa misalnya program konversi energi, pembangunan bandar udara dan lain-lain.
Dikatakannya, Indonesia memiliki kemampuan tinggi dalam banyak hal namun selama tidak melakukannya dengan baik, termasuk selalu meminta konsultan dan bantuan asing.
"Yang tamatan SD di Indonesia saja bisa jadi presiden Amerika. Tapi tidak ada tamatan dari universitas di AS yang jadi presiden di Indonesia," selorohnya tertawa.
(hen/qom)











































