Ranking Gubernur Menurut Undangan

Ranking Gubernur Menurut Undangan

- detikFinance
Kamis, 26 Mar 2009 13:46 WIB
Ranking Gubernur Menurut Undangan
Jakarta - Di kalangan gubernur seluruh Indonesia, ternyata ada sebuah ranking tidak resmi yang
menjadi tolak ukur tingkat kehebatan gubernur tersebut.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, para gubernur tersebut seperti saling
membanggakan diri melalui undangan yang diterimanya untuk sebuah acara pemerintahan.

"Kami di tingkat gubernur, ada yang namanya ranking gubernur. Ranking itu dihitung
sesuai undangannya atau orang yang mengundang," ujarnya usai menandatangani hibah
MRT di Departemen Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2009) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, lebih tinggi orang atau instansi yang mengundang maka dirasa lebih
hebat pula gubernur tersebut. Memang tidak ada ukuran, mengenai diundang siapa
menjadi ranking keberapa.

"Ranking satu tentunya kalau dipanggil KPK. Rangking kedua yang tidak kalah penting
adalah dipanggil dari kantor ini, yaitu kantor pajak," ujarnya disambut dengan tepuk
tangan dan tawa undangan.

Pria yang akrab dipanggil Foke itu merasa terhormat sekali setelah mendapat undangan
langsung dari Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk diberi hibah sebesar 758 juta yen
sebagai penerusan dari Pinjaman Tahap 1 yang diberikan Japan lnternational Cooperation Agency (JICA).

"Sebagai rasa terima kasih kami, kalau ibu (Sri Mulyani) nanti jual SUN akan kita ladeni," ungkapnya.

Tidak berhenti sampai disitu, Foke juga kembali mengucapkan terima kasih dengan berjanji akan membantu melayani keperluan administrasi Menkeu di balai kota.

"Kalau ibu juga butuh KTP baru, walau tengah malam nanti saya antarkan," candanya.

Seolah tidak mau kalah, Menteri Keuangan Sri Mulyani langsung menanggapi candaan gubernur berkumis tersebut pada pidato sambutannya.

"Hibah ini kami berikan kepada DKI Jakarta, biarlah pemerintah pusat yang menanggung utangnya. Tapi kok saya cuma dapat KTP?," katanya.

Seakan belum cukup, wanita yang biasa dipanggil Bu Ani itu melontarkan jawaban tambahan. "Tapi maaf Pak Gubernur, KTP saya Banten bukan Jakarta," ucapnya disusul tepuk tangan para undangan.



(ang/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads