Meskipun sudah mengalami kemajuan dari tahun demi tahun, namun ia masih tetap belum puas karena masih banyak anak buahnya yang telat ngantor dan lain-lain. Ia pun berniat curhat kepada Tuhan.
"Sekjen, saya minta hasilnya, so..so lah, saya minta sama Tuhan lah, habis sama siap lagi," ujarnya tertawa.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris dalam memberi wejangan kepada pegawai-pegawainya dalam acara peluncuran pedoman umum dan pedoman teknis penarapan budaya kerja keteraturan kerapihan, kebersihan, kelestarian, kedisiplinan (5K) dilingkungan Departemen Perindustrian, Jumat (27/3/2009).
Bahkan untuk bisa menciptkan PNS yang sadar dan membenahi diri, ia sempat terpikir untuk melakukan aksi gelar pengajian bersama untuk meminta petunjuk tuhan secara bersama-sama (istigosah) di lapangan kantornya. Namun sayangnya ia sempat ragu untuk melaksanakannya.
"Saya mau melaksanan istigosah, ini cocok atau tidak yah? Agar pegawai sadar bekerja datang tepat waktu. Saya sudah terpikir untuk melaksanan istigosah, masa sampai minta bantuan Tuhan. Ini menterinya ada gak sih? Kok melaporkannya ke Tuhan. Pikiran seperti itu ada sih tapi apa nggak nanti ditertawakan," selorohnya Fahmi tertawa sambil menyindir di depan anak buah di Departemen Perindustrian.
Dalam penjelasannya, konsep 5K adalah prinsip manajemen yang diterpakan oleh banyak negara maju, termasuk Jepang dalam rangka membangun reformasi birokrasi, sehingga menghasilkan kinerja PNS yang efisien dan pelayanan yang bermutu.
Ia mengakui selama 3 tahun terakhir pelanggaran di Depperin terus menurun, namun kata dia banyak bermunculan modus yang baru yang lebih canggih.
"Sekjen itu melaporkan saya setiap bulan soal tingkat kehadiran dan tingkat kinerja, rata-rata menurun tapi saya masih tidak puas," ucapnya.
Fahmi juga menekankan dalam rangka 5K, kebersihan fisik merupakan cerminan kebersihan prilaku bagi PNS. Ia meminta kebersihan harus dimulai dari rumah masing-masing termasuk dalam mengatasi pasangan masing-masing.
"Kalau ini beres maka beres kedepan, ini bapak saya yang bilang," ujarnya.
(hen/qom)











































