Seperti ketika ditanya berapa jumlah pajak, setoran dividen, utang dalam dan luar negeri, hingga belanja modal dan operasional (capex dan opex) BUMN, Said akan pilih-pilih untuk menjawabnya.
Â
"Otak saya harus Pentium 30 kalau ditanya angka terus. Gimana saya bisa hafal semua," ujarnya di ruang kerjanya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (2/4/2009).
Memang, Said terkadang harus menyiapkan beberapa contekan berupa arsip yang menyimpan data mengenai angka-angka tersebut.
Â
"Aduh, gila itu pertanyaan. Saya selama ini sekolah lulus dengan cum laude, tapi kalau ngadepin wartawan itu kayak ngadepin pertanyaan doktor," ujarnya.
Â
Ia juga mengatakan, bukan hanya pertanyaan yang diajukan cukup tajam, tetapi juga sering ada unsur jebakan di dalamnya. Kalau sudah begitu, ia selalu menjawab dengan sedikit bercanda agar suasananya tidak menjadi kaku.
Â
"Ah, saya enggak mau jawab. Nanti kau buat headline juga," elak pria asal Makassar ini.
(ang/ir)











































