JK Jadi Pahlawan Sepatu

JK Jadi Pahlawan Sepatu

- detikFinance
Kamis, 30 Apr 2009 11:24 WIB
JK Jadi Pahlawan Sepatu
Jakarta - Tindakan Wapres Jusuf Kalla yang kerap mempromosikan sepatu dalam negeri membuat ia mendapat gelar Pahlawan Sepatu bertajuk 'Everyday Hero Award'.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko, maksud dari penghargaan Everyday Hero Award ini terkait fungsi sepatu yang dipakai setiap hari.

"Asosiasi Persepatuan Indonesia memberikan gelar kepada Bapak Jusuf Kalla sebagai pahlawan sepatu atau biasa disebut Everyday Hero Award," katanya dalam pameran sepatu di PRJ, Kemayoran, Jakarta, Kamis (30/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eddy beranggapan, karena banyak promosi yang dilakukan JK, banyak karyawan di industri sepatu yang tidak jadi di-PHK. Jika awalnya sekitar 21.000 karyawan industri sepatu diperkirakan bakal diberhentikan, ternyata baru sekitar 2.000 karyawan yang di-PHK.

"Di masa krisis ini diperkirakan 21.000 karyawan sepatu kena PHK, tapi ternyata data terakhir cuma 2.000 orang. Ini semua karena didukung penuh oleh seorang tokoh yakni Wakil Presiden," katanya.

JK pun terlihat senang mendapat penghargaan tersebut. Saat menerima penghargaan berupa sepatu dari kulit buaya, ia dengan semangat mengangkat sepatu tersebut sambil berteriak.

"Buaya!" teriaknya sambil disambut tepuk tangan peserta.

Menurut JK, sepatu ternyata bukan sekedar produk ekonomi, tapi juga sudah menjadi lambang nasionalisme.

"Sepatu saat ini sudah menjadi lambang nasionalisme, setelah peristiwa Bush di Bagdad," katanya yang membuat hadiri tertawa.

Ia pun yakin bahwa industri sepatu ke depannya masih terbuka luas. Hal ini berdasarkan perhitungan kebutuhan sepatu per orang di Indonesia yanng bisa menciptakan peluang bisnis hingga Rp 40 triliun.

"Sepatu punya dampak yang luas, baik dari segi kebutuhan industri maupun tenaga kerja. Kalau satu orang Indonesia butuh 1 sepatu setahun dengan harga Rp 200 ribu, maka bisnis sepatu bisa capai Rp 40 triliun, jadi ini kegiatan ekonomi yang besar," katanya.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads