Demikian curahan hati Sofyan Djalil yang menjadi wejangan bagi direksi-direksi BUMN di acra kerjasama dengan KPK tentang pengelolaan data wajib LHKPN di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (30/4/2009).
Sofyan mengaku, dirinya sempat kerepotan karena harga saham BUMI yang dimilikinya pernah melonjak drastis. Ia kerepotan karena kenaikan harga saham BUMI itu bertepatan dengan laporan kekayaannya ke KPK saat alih jabatan dari Menkominfo menjadi Menneg BUMN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, saat harga BUMI tidak seperkasa sebelumnya, Sofyan memang tidak perlu bingung menjelaskan penurunan kekayaannya ke publik. Tapi apa daya, risiko investasi itu telah menggerus kekayaannya hingga tinggal sepertiga.
"Tapi kalau dilaporkan sekarang, kekayaan saya turun drastis karena harga saham BUMI juga turun. Kekayaan saya tinggal sepertiga karena harganya memang anjlok, tapi nggak masalah yang penting dilaporkan," ujarnya.
Dari kisahnya ini lalu ia berpesan pada pejabat-pejabat BUMN agar jangan takut untuk melaporkan kekayaan apa adanya.
"Saya meminta kepada bapak-bapak untuk melaporkan kekayaan sebagaimana seharusnya. Sebab BUMN harus melaporkannya menjelang pengangkatan atau pindah jabatan," katanya.
(lih/qom)











































