Omongan golf ini muncul saat Fahmi menjadi pembicara dalam sosialisasi P3DN dan penghematan energi kepad unit kerja di lingkungan Depperin, Senin (4/5/2009).
Bukan hal aneh kalau Fahmi sering menceramahi jajaran di institusinya. Fahmi kerap kali menceramahi tabiat anak buahnya dalam hal reformasi birokrasi, khususnya soal kinerja para PNS di lingkungan Departemen Perindustrian (Depperin).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maklum beberapa hari ini isu soal golf menjadi isu hot mengenai dugaan kasus cinta segi tiga antara Ketua KPK non Aktif Antasari Azhar dengan korban pembunuhan Direktur Nasruddin.
"Bersyukur saya tidak bisa bermain golf. Memang sih tidak ada salahnya main golf," ucap Fahmi.
Menurut Fahmi, ada 3 golongan orang yang bermain golf yaitu ada golongan putih, golongan abu-abu dan golongan hitam.
"Kalau yang putih benar-benar mau olah raga, yang hitam itu datang untuk bertaruhan dan abu-abu itu yang taruhannya sedikit," ucapnya disambut tawa hadirin.
Padahal kata Fahmi, sikap abu-abu pun sama saja dengan sikap orang yang memilih sebagai golongan hitam. Ia mengibaratkan bagi orang-orang yang mengerti (agama) meminum sebotol alkohol dengan sloki alkohol sama saja maknanya.
"Saya harap semoga anda-anda masuk dalam golongan yang putih," seru Fahmi pada anak buahnya.
Berbicara soal kinerja PNS, ia tidak memungkiri saat ini stigma masyarakat terhadap kinerja PNS masih sangat miring. Citra PNS saat ini, kata Fahmi, merupakan cap dari ketidakefektifan, in-efisien, tidak transparan, tidak terkontrol dan lain-lain.
"Ajab sekali kalau cap itu melekat pada kita (PNS Depperin)," kilahnya.
Bahkan Fahmi dengan sinis mengatakan jika sampai akhir masa jabatannya yang akan berakhir 5 sampai 6 bulan lagi menjadi Menperin, namun sikap anak buahnya tidak berubah maka ia berani mengaku akan angkat tangan petanda menyerah.
"Saya harus angkat tangan, saya harus berani bilang seperti itu, kalau berbagai upaya telah diupayakan tapi hasilnya seperti itu-Itu juga," ketusnya.
Ia tidak ingin, prilaku PNS di Depperin bisa menjadi bahan omongan bagi keluarga dan masyarakat yang tidak baik. Sehingga sudah sepatutnya perlu ada pembenahan diri bagi para PNS.
"Saudara-saudara pasti akan pensiun, ah departemen yang itu (Depperin) ,yang gedungnya tinggi, prestasinya sebaliknya. Wah menteri-nya Fahmi Idris," imbuhnya.
(hen/ir)











































