Padahal Purnomo mengakui bahwa faktor usia membuatnya harus banyak-banyak istirahat. Ia juga menyadari, seiring dengan bertambahnya usia, maka tubuh akan rawan terkena penyakit. Maka ia berniat untuk mengurangi aktivitasnya untuk menjaga kesehatannya.
"Beda waktu masih muda gagah perkasa bekerja sampai larut malam bahkan sampai pagi, setelah umur saya sampai 50 tahun saya baru berpikir kurangi aktivitas karena kesehatan itu mahal harganya. Tapi nyatanya waktu saya masih tidur 3-4 jam," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purnomo menjelaskan, kesibukannya sebagai menteri begitu menguras waktunya. Begitu banyak hal yang harus diurusinya.
"Mulai dari ngurusin minyak dan gas, listrik, gempa bahkan sampai gunung meletus departemen ini juga yang mengurusinya," ungkap pria kelahiran Semarang, 16 Juni 1951 itu.
Meski menjalani hidup yang tidak sehat karena kurang istirahat, Purnomo tetap berbesan agar masalah kesehatan harus jadi perhatian setiap orang.
"Motto sehat itu mahal, bukan hanya manis dibibir tapi benar-benar harus diperhatikan dan dilaksanakan," ujar Menteri Purnomo Yusgiantoro
Dengan begitu, Purnomo menyatakan pihaknya menyambut baik program medical check up bagi seluruh karyawan Departemen ESDM yang merupakan hasil kerjasama antara Departemen ESDM dengan PT Askes.
"Sekarang semua dapat fasilitas medical check up tidak hanya pejabat eselon I dan II. Ini tindakan preventif agar tidak kena penyakit," papar Purnomo.
(epi/qom)











































