42 Tahun Belajar Ekonomi, Miranda Tak Paham Neoliberalisme

42 Tahun Belajar Ekonomi, Miranda Tak Paham Neoliberalisme

- detikFinance
Kamis, 28 Mei 2009 18:35 WIB
 42 Tahun Belajar Ekonomi, Miranda Tak Paham Neoliberalisme
Jakarta - Siapa yang tidak mengakui kepiawaian ekonomi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom. Wanita yang kini mengambil alih sementara posisi teratas di bank sentral sudah mengenyam ekonomi selama 42 tahun hidupnya. Tapi justru ada ilmu mendasar ekonomi yang tidak ia pahami, yaitu neoliberalisme.

"Selama 42 tahun saya belajar ekonomi, saya tidak terlalu mengerti apa itu neoliberal. Kriterianya apa aja (saya kurang paham)," katanya dalam rapat dengan Komisi XI di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (28/5/2009).

Mengapa Miranda tidak mengerti paham ekonomi tersebut? Apa ia tidak mempelajarinya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah cari-cari buku tentang neoliberalisme, tapi ternyata nggak kelihatan apa artinya liberal," ujarnya.

Penjelasan Miranda ini terungkap saat anggota Komisi XI Ramson Siagian meminta Miranda dan Menkeu Sri Mulyani untuk menjelaskan pengerti neoliberalisme.

Tapi bukan Gubernur Senior BI jika tidak bisa mencari menjawab lainnya. Miranda pun mencoba menjelaskan dengan sederhana apa yang bisa dimengertinya tentang neoliberalisme.

"Kalau yang diartikan neoliberal 100% berati bebas, dan tidak ada campur tangan pemerintah, maka Indonesia tidak seperti itu," tegasnya.

Dari sisi institusinya, BI juga tidak bisa membiarkan perbankan berperilaku bebas tanpa aturan yang tegas.

"Dari sisi institusi seperti BI, kita tidak sepenuhnya bebaskan bank perbankan untuk bersaing tanpa aturan. Jadi kita tidak biarkan bank kompetisi tanpa aturan," pungkas wanita kelahiran 19 Juni 1949 itu.


(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads