Purnomo merasa dirinya telah menjadi korban dari konflik penjualan LNG Donggi-Senoro. Padalah masalah yang terjadi antara Konsorsium DS LNG dengan pembeli asal Jepang, Chubu Electric Power dan Kansai Electric Power adalah masalah yang sifatnya business to business.
"Saya dikejar-kejar wartawan ditanya soal Donggi Senoro terus. Kenapa saya terus yang ditanya, keputusan di wapreskan tidak berubah sampai sekarang. Mestinya sudahlah tunggu dulu," keluh Purnomo di Gedung ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (7/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itukan diputuskan rapat kabinet terbatas. Kalau you punya atasan, atasan sudah tetapkan keputusan, you keluar bilang gimana dan itu dilaporkan ke Presiden, kalau ditanya-tanya terus saya susah jawabnya," ketus Purnomo sambil berlalu.
(qom/dnl)











































