Fahmi Idris Nggak Pede Produk RI Dipuji oleh India

Fahmi Idris Nggak Pede Produk RI Dipuji oleh India

- detikFinance
Selasa, 18 Agu 2009 13:43 WIB
Fahmi Idris Nggak Pede Produk RI Dipuji oleh India
Jakarta - Produk-produk kerajinan India terkenal akan keindahannya. Dan ketika orang-orang India memuji keindahan produk Indonesia, maka hal itu justru membuat Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris nyaris tak pede.

Ia mengaku sempat percaya dan tidak percaya saat delegasi pengusaha dan Menteri Perdagangan dan Industri India memuji produk-produk kerajinan Indonesia dianggap lebih baik dan unggul dari produk kerajinan India.

Kejadian itu terjadi pada dua minggu lalu saat delegasi pengusahai India membuat pameran produk India, dimana menteri dan perajin India mengakui produk kerajinan Indonesia lebih tinggi kualitasnya dari India.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dengarnya rada percaya nggak percaya, tapi karena disampaikan oleh pihak yang berbeda-beda, saya percaya juga," kata Fahmi di sela-sela acara pameran Jacraft di Plasa Depperin, Selasa (18/8/2009).

Dikatakan Fahmi, memang banyak negara mengakui kualitas perajin Indonesia  yang cukup tinggi dengan kualitas  barangnya cukup berkualitas.  Pujian pengusaha India ini, lanjut Fahmi, merupakan bentuk pengakuan produk kerajinan Indonesia  oleh India seperti produk sulaman, tekstil dan lain-lain.

"Mudah-mudahan itu bukan basa-basi," katanya.

Meskipun mendapat pujian dari pihak India, ia mengakui beberapa produk India di negara asalnya cukup di perhitungkan. Ia mencontohkan berbagai produk marmer di dihasilkan dibanyak pelosok di India namun ada produk marmer yang menjadi unggulan di negara tersebut.

"Di berbagai daerah yang menghasilkan marmer, tetapi dari yang di Agra (India) itu luar biasa," ungkapnya.

Hal yang sama pun terjadi di Indonesia, dimana sektor kerajinan kayu khususnya Jepara menjadi simbol produk yang bermutu dari produk kayu ukir. Sehingga sektor-sektor lain di luar ukiran harus terus dikembangkan misalnya kerajinan logam, tekstil dan lain-lain.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads