Darmin Nasution: BI Banyak Tantangan, Pajak Banyak Tekanan

Darmin Nasution: BI Banyak Tantangan, Pajak Banyak Tekanan

- detikFinance
Sabtu, 29 Agu 2009 16:07 WIB
Darmin Nasution: BI Banyak Tantangan, Pajak Banyak Tekanan
Jakarta - Hampir satu bulan sudah Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) terpilih, Darmin Nasution menjabat. Menurutnya, tidak jauh berbeda mengurus wajib pajak dengan mengurus perbankan.

"Pada dasarnya sama saja, kita bekerja menggunakan data," ujar Darmin kepada wartawan usai mengadakan acara pertemuan dengan pimpinan-pimpinan media di Gedung BI, Jakarta, Jumat (28/08/2009).

Darmin mengatakan, meski mirip tetap ada perbedaannya walau hanya sedikit. Menurut penilainnya, bekerja sebagai Dirjen Pajak tekanannya banyak sekali karena banyak target yang harus dipenuhi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau di pajak, ada target tersendiri sehingga harus tepat waktu dan ini yang membuat kerja di pajak pressure-nya lebih tinggi," kata Darmin.

Sementara di bank sentral, menurutnya banyak tantangan dan hal baru yang harus dihadapi. Pengawasan perbankan pun dilakukan setiap hari, berbeda dengan pengawasan pajak yang tinggal melihat target bulanan.

"Ngurus pajak itu, bulanan dan tahunan saja. Kalau bank pengawasannya kan harian," tutur Mantan Dirjen Pajak sekaligus bekas komisaris salah satu bank BUMN itu.

Salah satu yang menjadi tantangan Darmin di awal karirnya sebagai Deputi Gubernur Senior BI adalah ketika memprakarsai pertemuan dengan 14 bank besar terkait penurunan suku bunga yang di fasilitatori oleh BI.

Darmin mengatakan, tidaklah mudah bisa menyiasati kesepakatan tersebut. "Mulainya ngobrol dulu kesana-kesini, samapi akhirnya ide muncul dan ternyata bisa diterima dan disepakati," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa kesepakatan tersebut juga dinilai berbeda dengan kesepakatan-kesepakatan sebelumnya yang pernah dilakukan BI.

"Berbeda karena ada follow-up langsung dari BI jika kesepakatan dilanggar. Soalnya kita akan awasi terus, jika ada yang melanggar maka akan langsung dipanggil atau melalui surat," tegas Darmin.

Lebih lanjut Darmin mengatakan, selaku regulator, pihaknya akan senantiasa melakukan pengawasan secara insentif agar semua berjalan dengan tertib dan teratur.

"Seperti di Ditjen Pajak, monitoring terus dilakukan namun kali ini terhadap perbankan," pungkasnya.

(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads