Sri Mulyani dan Curhat Colongan Century

Sri Mulyani dan Curhat Colongan Century

- detikFinance
Selasa, 08 Sep 2009 06:45 WIB
Sri Mulyani dan Curhat Colongan Century
Jakarta - Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani mendadak curhat colongan soal memanasnya lagi kasus bailout Bank Century disela-sela buka puasa bersama dengan karyawan Depkeu. Ia mengaku sudah melakukan langkah yang transparan dan akuntabel, namun masih banyak orang yang menganggap tidak amanah.

"Walaupun sehari-hari kita sudah berusaha untuk akuntabel dan transparan tapi tetap masih ada persepsi yang menyalahkan bahwa kita tidak amanah," curhat Sri Mulyani dalam sambutan pada acara silaturahmi dan buka puasa di Gedung Depkeu, Jakarta, Senin (7/9/2009) malam.

Menkeu merasa tindakan penyelamatan Bank Century sudah benar. Sri Mulyani menjelaskan semua tindakan yang dilakukannya sudah ada landasan hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semua kebijakan itu terekam dan bisa dipertanggungjawabkan. Jika ada yang menganggap bahwa angka tersebut terlalu besar maka Menkeu mempersilahkan untuk memeriksanya kembali.

"Apakah keputusan menyelamatkan salah atau tidak ya lihat kondisi sekarang saja, apakah situasi perekonomian memburuk atau membaik begitupun dengan banknya," ujar Menkeu.

Mengenai deposan-deposan Bank Century, Sri Mulyani mengaku tidak mengetahuinya. Penegasan tersebut untuk menepis tudingan bahwa bailout pemerintah adalah dalam rangka menyelamatkan dana-dana deposan besar.

Ia juga menegaskan bahwa keputusan yang diambilnya bukan untuk keuntungan siapapun tetapi murni untuk menyelamatkan perbankan dan perekonomian Indonesia.

"Selama ini tidak ada intervensi politik dalam keputusan itu. Kita hanya niat menyelamatkan ekonomi," tukas Sri Mulyani.

Curhat colongan Sri Mulyani itu disampaikan bersamaan dengan pidatonya soal bulan Ramadan. Selain curhat soal Century, Sri Mulyani tak lupa menjelaskan makna puasa yang selain merupakan aplikasi dari rukun Islam juga sebagai ajang untuk menahan diri dari segala godaan apalagi dalam pekerjaan, baik untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

Ia juga mewanti-wanti agar dalam bulan puasa ini tidak melakukan usaha-usaha menjatuhkan seperti dengan memfitnah sehingga timbul ketidakpercayaan.

Menurut Sri Mulyani, bulan puasa itu juga merupakan bulan untuk membedakan haq dan bathil sehingga dalam pekerjaan harus tetap mendekatkan diri pada Allah agar bisa meraih kemenangan di Idul Fitri nanti.

"Idul fitri adalah proses untuk mencapai kemenangan. Jika kita berhasil menahan lapar haus,kita yakin kita bisa amanah dalam menjalankan pekerjaan kita. Dengan ikhtiar, maka Insya Allah kita bisa menjalankan pekerjaan sebaik-baiknya sehingga kita bisa merasakan kemenangan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sri Mulyani juga memohon maaf kepada para wartawan dan semua pihak jika selama berinteraksi sering melakukan suatu kesalahan.


(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads