Dalam acara open house Idul Fitri, di kediamannya, ia mengatakan bahwa meski ia keseharian sibuk dengan dunia produksi hulu minyak dan gas yang terkesan berat, namun ia sengaja mengundang sang maestro untuk memberikan pesan-pesan penuh makna melalui alunan gesekan biolanya.
Maklum selama ini Idris Sardi terkenal sebagai musisi yang religius karena menempatkan musik bukan hanya instrumen keduniaan saja namun sebagai sarana pemberi pesan dari tuhan bagi umat manusia. Priyono menilai sektor minyak dan gas (migas) yang selama ini ia tangani merupakan strategis yang bisa menjadi pundi dalam mensejahterahkan masyarakat Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masa nggak ada kaitannya antara sektor migas dengan seni suara, pasti ada. Semoga pesannya bisa sampai, yaitu ketika kita diberikan amanah, kita harus mampu mengembalikan amanah," katanya disela-sela open house Idul Fitri di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (21/9/2009).
Priyono juga mengatakan sebagai seorang maestro, Idris Sardi memiliki karakter yang kuat dalam memandang seni dan masalah ketuhanan. Sosok berusia 71 tahun ini pun, kata dia, jarang bisa tandang menampilkan kebolehannya terlebih lagi disuasana lebaran. Sehingga ia merasa senang Idris Sardi bisa hadir untuk datang di acara lebaran kali ini di rumahnya.
"Datangnya Pak Idris Sardi berawal dari sebuah pembicaraan di garasi, soal wawasan kebangsaan," ucapnya.
(hen/hen)











































