Fahmi menjelaskan, pertama sosok MS Hidayat adalah sosok profesional sejati yang sama-sama lahir dari dunia usaha. Sehingga sudah dipastikan tahu masalah-masalah bidang perindustrian dan bisa mencari jalan keluarnya.
"Pak Hidayat seorang profesional sejati, cepat sekali menangkap," kata Fahmi dalam acara perpisahannya dengan pegawai Depperin, Jakarta, Senin malam (19/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kadua, kata Fahmi, kemampuan MS Hidayat diatas dari dirinya dengan memiliki karakter yang kuat dan kokoh. Berdasarkan pengalamannya berkecimpung di himpunan pengusaha muda (Hipmi) bersama Hidayat beberapa puluh tahun lalu, sosok calon menperin ini layak menjadi menteri.
"Jangan khawatir!, dia mampu, kemampuannya melebihi dari saya. Tentu kita bangga dengan dia, dapat menteri baru yang lebih kuat dan kokoh," ujarnya.
Bahkan kata Fahmi, saat MS Hidayat terpilih kembali kedua kalinya menjadi ketua umum Kadin di tahun 2008, ia sudah meramalkan kalau temannya ini bakal menjadi menteri. Fahmi mengusulkan agar Hidayat menyiapkan wakil ketua kadin yang bisa menggantikannya, sehingga pada saat harus disunting oleh presiden menjadi menteri sudah ada calon pengganti Hidayat.
"Hey, you harus panggil wakil lu yang tangguh, cepat apa lambat lu akan jadi menteri loh," kata Fahmi bercerita.
"Ah lu becanda lu," kata Fahmi menirukan Hidayat.
Garansi yang ketiga diberikan oleh Fahmi, adalah sosok rekannya di Kadin ini adalah pribadi yang ramah dan tidak suka marah. Ia mengaku karakter tersebut justru berlawanan dengan pribadinya yang suka marah, mudah emosi dan lugas.
"Kalau saya sering marah, lain dengan Pak Hidayat sebaliknya, ramah sekali," ucap Fahmi. (hen/qom)











































