Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran ini pun dibuat kaget oleh rapat kabinet yang ternyata memakan waktu hingga berjam-jam.
"Sidang kabinet ini 6 jam lho. Ada break 1 jam, tapi total ya 6 jam. Saya berpikir Apa setiap sidang kabinet 6 jam ya?", ujar Armida dalam temu media 2009 di Puncak, Jawa Barat, Jumat (6/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus ada strategi tahun pertama, debottlenecking harus dipangkas, spiritnya sama soal pemangkasan debottlenecking dan akselarasi," papar Armida.
Pada pertemuan formal pertama kali dengan media ini, Armida sempat menceritakan sedikit latar belakangnya. Armida menjelaskan dirinya bukan orang baru dalam pemerintahan termasuk dalam Bappenas. Armida juga pernah berkontribusi dalam Departemen Keuangan, Menko Perekonomian, dan Bank Indonesia. Armida juga tergabung dalam Komite Perencana Jawa Barat.
"Saya banyak juga membantu di pemerintahan termasuk di Bappenas, jadi sudah banyak kenal, di Departemen Keuangan, Menko Perekonomian, waktu itu membantu Pak Boediono, kemudian di BI. Karena saya di Bandung, saya juga ada di Komite Perencana Jawa Barat," ujar akademisi ekonomi khusus Ekonomi Publik ini.
Berikut profil Armida:
Kelahiran: Bandung, 16 Agustus 1960
Pendidikan:
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Master of Arts in Economics, Northwestern University, Evanston, Illinois, USA.
Doctor of Philosophy in Economics, University of Washington, Seattle, Washington, USA.
Jabatan sebelumnya:
Juni 1996-Sekarang: Ketua Departemen Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Padjadjaran.
(nia/qom)











































