Jadi Wakil Mentan, Bayu Kerja via HP dan Laptop

Jadi Wakil Mentan, Bayu Kerja via HP dan Laptop

- detikFinance
Kamis, 12 Nov 2009 14:52 WIB
Jadi Wakil Mentan, Bayu Kerja via HP dan Laptop
Jakarta - Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi yang kemarin baru dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku belum memiliki kantor di Departemen Pertanian. Ia pun untuk sementara bekerja dengan menggunakan 2 telepon selular dan laptopnya.

"Saya belum punya ruangan. Lagi dicari ruangan, ngga tahu mojok dimana. Tapi Deptan kan gede, bisa lah di mana saja," ujar Bayu saat temu wartawan di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, siang ini (12/11/2009).

Bayu yang baru menjabat Wakil Menteri Pertanian selama 2 hari ini terlihat masih wara-wiri di kantor lamanya di Menko Perekonomian. Bayu menyatakan sejauh ini dirinya bekerja rangkap melakukan koordinasi jarak jauh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kerja itu dengan ini dan ini," ujar Bayu sambil menunjukkan kedua handphone-nya dan laptop kecil yang dibawanya ke ruang pertemuan itu.

Namun, Bayu menyatakan dirinya telah bertemu langsung dengan Menteri Pertanian Suswono yang merupakan kakak kelas Bayu di IPB untuk membahas segala hal yang menyangkut kinerja Wakil Menteri Pertanian.

"Tadi pagi sudah komunikasi dengan Pak Sus. Pak Sus itu kan kakak kelas saya di IPB, ya Insya Allah bisa saling bersinergi lha," harap Bayu.

Pada pertemuan itu, ungkap Bayu, Suswono menegaskan kembali dengan adanya wakil menteri ini bukan berarti ada dua kepemimpinan.

"Pak Sus bilang tidak boleh ada matahari kembar, wakil menteri itu bukan menteri muda dan bukan ban serep," jelas Bayu.

Dalam program 100 harinya, Bayu menjelaskan akan membantu Menteri Pertanian dalam penyelesaian blue print program Departemen Pertanian sekaligus menjalankan tugas sebagai Deputi Menko Bidang Pertanian dan Kelautan untuk mengoordinasi program 100 hari Departemen Pertanian. Bayu juga menyatakan dirinya harus tetap menjaga komunikasi dengan semua pihak yang terkait dalam suatu kebijakan termasuk kepada media yang merupakan penghubung antara pemerintah dan masyarakat.

"Kita harus berkomunikasi dengan semua pihak yang terlibat termasuk dengan media. Karena banyak yang niatnya baik tapi jadi tidak baik karena salah persepsi," ungkap Bayu.
(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads