Gantikan Simon Morris, Tom Aaker CEO Stanchart Indonesia

Gantikan Simon Morris, Tom Aaker CEO Stanchart Indonesia

- detikFinance
Kamis, 19 Nov 2009 19:11 WIB
Gantikan Simon Morris, Tom Aaker CEO Stanchart Indonesia
Jakarta - Standard Chartered mengumumkan pergantian CEO unit usahanya di Indonesia. Tom Aaker ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) Standard Chartered Bank Indonesia yang baru, menggantikan Simon Morris.

Namun pengukuhan Tom Aaker sebagai CEO Stanchart Indonesia ini masih menunggu persetujuan dari regulator, Bank Indonesia. Tom yang merupakan warga negara AS ini baru akan mengambil alih jabatannya pada pertengahan Desember.

Dalam dua tahun terakhir, Tom Aaker menjabat sebagai CEO Standard Chartered untuk Qatar, Timur Tengah, dan Afrika Utara, dan mengelola unit Wholesale maupun Consumer Banking di kawasan tersebut. Sejak 2004 sebelum di Qatar, Tom Aaker adalah CEO dan Managing Director dari Standard Chartered Bank di Zambia.

Tom Aaker bergabung dengan Standard Chartered Bank tahun 1993, dan telah menjalankan sejumlah jabatan senior di Hong Kong, Inggris dan Amerika Serikat, termasuk sebagai Group Corporate Treasurer yang berbasis di London. Ia memiliki total 24 tahun pengalaman kerja di bidang keuangan dan perbankan, serta memiliki gelar MBA dari Kellogg School, Northwestern University di Chicago, Amerika Serikat.

"Saya gembira dan merupakan suatu kehormatan bisa memperoleh kesempatan untuk memimpin suatu tim perbankan dengan kaliber tinggi, di pasar yang memiliki potensi pertumbuhan yang sedemikian besar. Standard Chartered memiliki akar yang kuat di Indonesia," ujar Tom dalam siaran persnya, Kamis (19/11/2009).

Simon Morris yang telah 4 tahun memimpin Stanchart Indonesia selanjutnya ditunjuk sebagai CEO Standard Chartered Sri Lanka. Simon yang merupakan warga negara Inggris saat ini juga tercatat menjadi Ketua Asosiasi Bank-bank Asing di Indonesia (FBAI -Foreign Banks Association in Indonesia).

"Masa empat setengah tahun saya di Indonesia merupakan salah satu periode yang amat memberikan kepuasan professional dalam hidup saya. Saya merasa sedih meninggalkan Indonesia, dan akan amat merindukan kehangatan serta keramahan Indonesia," ujar Simon. (qom/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads