Hal ini disampaikan Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Kantor BPKP Jl. Pramuka, Jakarta, Rabu (9/12/2009).
Sri Mulyani menceritakan dirinya pernah mendapat SMS yang meminta dirinya diruwat (ritual dari daerah Jawa untuk buang sial) agar dirinya terbebas dari tuduhan penyalahgunaan wewenang dalam pangaliran dana bantuan penyelamatan Bank Century.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani mengeluhkan banyaknya cobaan meski sudah rajin beribadah. Tetapi, dirinya menyakini cobaan itu merupakan ujian dari Tuhan.
"Perasaan saya sudah rajin salat dan ibadah tapi masih saja ketiban sial. Namun, dalam Al Quran dinyatakan Saya pasti akan menguji manusia dengan kesabaran dan kesulitan. Jadi, saya terima saja," ujar Sri Mulyani pasrah.
Sri Mulyani kembali menegaskan dirinya tidak pernah berpikir untuk korupsi sehingga tidak berpikir untuk mencari penyelematan dengan laporan keuangan yang dibuat sedemikian rupa. Mengenai tindakan penyelamatan Bank Century tersebut, ia bersikukuh keputusannya itu sebagai tindakan yang benar.
"Saya bilang pahala saya 2 untuk menyelamatkan Century. Kalau saya tidak berpikir korupsi maka saya tidak berpikir untuk ganti rugi, kecuali kalau berpikir ngeres untuk korupsi maka berpikir untuk mengganti rugi misalnya dengan laporan keuangan yang dibuat baik," sindir Sri Mulyani.
(nia/qom)











































