Gara-gara Illegal Fishing, Fadel Muhammad Jadi Pusing

Gara-gara Illegal Fishing, Fadel Muhammad Jadi Pusing

- detikFinance
Kamis, 10 Des 2009 14:43 WIB
Gara-gara Illegal Fishing, Fadel Muhammad Jadi Pusing
Jakarta - Belum genap 100 hari menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad sudah pusing 7 keliling. Fadel dibuat pusing oleh aksi-aksi illegal fishing atau penangkapan ikan secara ilegal oleh nelayan asing.

Mantan Gubernur Gorontalo ini mengungkapkan, selama sebulan menjabat sebagai menteri, dirinya sudah dipusingkan dengan masalah tebunuhnya 3 nelayan ilegal asal Thailand yang tertembak oleh anak buahnya saat berpatroli di wilayah Natuna. Ia mengaku sempat ditanyai oleh presiden SBY mengenai persoalan tersebut.

"Saya sudah siapkan, saya mau bilang sama presiden, kalau bolehΒ  masalah ini (penanganan illegal fishing) didorong kepada angkatan bersenjata saja. Dikoordinir oleh menko polhukam, kalau kita pusing ngurusinnya," kata Fadel di acara seminar nasional ekonomi regional di kantor BI, Jakarta, Kamis (10/12/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fadel menambahkan seharusnya departemen kelautan dan perikanan (DKP) lebih fokus pada upaya pemberdayaan ekonomi dibidang kelautan dan perikanan saja. Sehingga tidak direcoki dengan masalah-masalah penanganan pencurian ikan oleh nelayan asing.

"Biar saya yang mengurus ekonomi saja, jangan orang bertanya-tanya lagi yang masalah begini," katanya.

Fadel menjelaskan insiden beberapa waktu lalu yang menimpa 3 nelayan Thailand tersebut sempat menghebohkan dirinya dan Presiden SBY. Pasalnya tak lama empat jam berselang dari peristiwa penembakan itu, pihak Raja Thailand langsung mendesak perdana menterinya untuk menyampaikan masalah tersebut ke Presiden SBY yang pada saat itu kebetulan berada di acara forum ekonomi APEC di Singapura.

"Cari-cari menterinya, saya kaget," katanya menirukan.

Dirinya juga sempat bertemu dengan Dubes Thailand untuk Indonesia, menjelaskan masalah tertembaknya nelayan Thailand oleh anak buahnya. Dengan menceritakan secara detail menganai kronologi sebab musabab peristiwa tragis itu.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads