Mantan Dirut Perum Bulog ini, sepertinya sudah sangat fasih mengunjungi pasar beras Cipinang. Maklum saja, sebagai mantan orang nomor satu itu di Bulog, ia kerap kali berkunjung ke pasar yang menjadi barometer perberasan di Tanah Air tersebut.
Sehingga tidak mengherankan ketika acara kunjungan tinjauan harga beras oleh para menteri seperti menteri perdagangan, menteri pertanian dan dirut Bulog di Pasar Cipinang hari ini (21/1/2010), sosok menteri BUMN tiba-tiba muncul dalam acara tersebut. Padahal biasanya menteri BUMN jarang ikut nimbrung soal masalah perberasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walhasil, dalam acara tersebut Mustafa seperti menemukan dirinya kembali, yaitu menjadi seorang dirut Bulog. Sepanjang acara peninjauan ia terlihat lincah kesana kemari, bercengkrama dengan para pedagang beras di Cipinang. Wajahnya pun terlihat begitu sumringah ketika menjelaskan soal harga beras kepada para wartawan.
"Ini nostalgia soalnya," katanya tersenyum.
Bahkan dengan terang-terangan ia mengaku kalau bekerja sebagai menteri BUMN lebih ringan dibandingkan dengan menjadi dirut Bulog. Meskipun ia mengatakan tantangan kedua pekerjaan tersebut sama-sama menantang.
"Dua-duanya menantang, tapi memang kalau ngurus beras lebih pusing karena ngitungnya banyak butirannya satu persatu, tapi kalau jumlah BUMN itu kan cuma 141," kata Mustafa tertawa terbahak-bahak.
(hen/qom)











































