"Itu Camry-nya dari tahun 2000, sejak jaman Pak Hadi (Dirjen Pajak sebelum Darmin Nasution)," ujar Opan, supir dinas Dirjen Pajak Mochammad Tjiptarjo, saat ditemui media di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (7/4/2010).
Menurut Opan, mobil sedan hitam Toyota Camry yang dipakai Dirjen Pajak tersebut, tidak pernah diganti sejak tahun 2000. Dia mengeluhkan, karena sudah hampir 10 tahun, kendaraan tersebut sering 'rewel'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Opan mengaku telah menjadi supir dinas Dirjen Pajak sejak tahun 1996.
"Saya ikut dari jamannya Pak Mar'ie (Muhammad)," kenangnya.
Dirjen Pajak memiliki kendaraan dinas lainnya, yaitu Hyundai perak. Biasanya, mobil tersebut digunakan jika Dirjen melakukan dinas bersama rombongan dari Ditjen Pajak.
"Kalau yang Hyundai itu biasanya dipakai kalau sama rombongan, kan lebih luas. Tapi kalau kemana-mana Bapak lebih sering pakai Camry," ungkapnya.
Sebelumnya, terkait laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) milik Dirjen Pajak Mochammad Tjiptarjo, jumlah kekayaannya per 2009 mencapai Rp 9 triliun. Angka ini meningkat dari LHKPN-nya tahun 2008 yang sebesar Rp 7,2 miliar.
Dalam penelusuran detikcom saat mengunjungi rumah Tjiptardjo di Kompleks Rempoa Indah, setidaknya 3 mobil terparkir di rumahnya. Di garasi, terparkir mobil Pajero Sport, Hyundai Trajet, dan Honda Jazz. (nia/qom)











































