Hal itu disampaikan Dahlan dalam sambutannya di acara penandatanganan Nota Kerjasama Corporate Sales antara PLN dengan Garuda Indonesia, di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (8/3/2010).
"Dulu kalau naik pesawat saya langsung tidur karena saking capeknya. Tapi sekarang tidak bisa tidur karena adanya ketakutan yang luar biasa kalau-kalau ada mati lampu," ungkap Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ternyata memikirkan PLN secara berlebihan juga bisa mengganggu kejiwaan," ungkap pria yang hobi mengenakan sepatu kets ini.
Dahlan mengaku kekhawatiran tersebut sedikit berkurang, pasalnya saat ini pasokan listrik untuk wilayah Jawa Bali sudah mengalami oversupply hingga 29 persen. Namun sayangnya, masyarakat belum banyak mengetahui soal kelebihan pasokan listrik itu.
"Kalaupun ada pemadaman bukan karena byar pret (kekurangan pasokan), mungkin saja ada kerusakan pada trafo penyalur listrik misalnya karena pohon tumbang," ungkapnya.
Untuk memperkuat pasokan listrik di wilayah Jawa Bali, perseroan berencana untuk mengadakan 5.500 trafo baru sepanjang tahun ini.
"Sehingga jika ada trafo rusak bisa segera diganti, dan dalam waktu 3 jam sudah nyala kembali," paparnya.
(epi/qom)











































