MS Hidayat Belum Bisa Tidur Nyenyak

MS Hidayat Belum Bisa Tidur Nyenyak

- detikFinance
Selasa, 13 Apr 2010 09:58 WIB
MS Hidayat Belum Bisa Tidur Nyenyak
Jakarta - Penyakit susa tidur rupanya tidak hanya menjadi masalah yang dialami oleh Dirut PLN Dahlan Iskan karena khawatir pemadaman listrik. Masalah susah tidur rupanya juga dialami oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat.

Mantan Ketua Umum Kadin ini mengaku, sebagai seorang menteri perindustrian dirinya dituntut untuk meningkatkan kinerja industri dan pertumbuhan industri yang positif. Beberapa tahun terakhir pertumbuhan kinerja industri terus merosot sampai ke titik 2% pada tahun 2009.

Menurut Hidayat untuk menggenjot pertumbuhan industri maka sektor investasi dibidang industri termasuk infrastruktur harus digenjot. Dua hal ini kata dia, tidak bisa ditawar-tawar lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untungnya kata Hidayat, beberapa tahun kedepan investasi besar-besaran dibidang industri dan infrastruktur energi akan terealisasi. Misalnya ia mencontohkan pada tahun  2010 ini investasi pabrik baja asal Korea yaitu Posco yang akan kerjasama dengan PT Krakatau Steel siap membenamkan investasi sebesar US$ 6 miliar.

Belum lagi dibidang investasi energi listrik, investasi perusahaan Jepang seperti  Mitsui di Paiton dan Marubeni di Cirebon keduanya siap membenamkan investasi hingga total US$ 2,5 miliar. Hal ini lah rupanya yang menjadi salah satu optimisme MS Hidayat.

"Kalau investasi besar itu berlangsung (terjadi), itu akan mempengaruhi pertumbuhan sektor industri.  Jadi gua bisa enak tidur, selama ini nggak tuh," ujar Hidayat saat ditemui di gedung DPR-RI Senayan, Jakarta, Senin malam (12/4/2010).

Selain itu kata dia untuk menopang pertumbuhan industri, maka upaya memerangi praktek peredaran barang ilegal di pasar dalam negeri harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Dengan demikian pasar dalam negeri bisa menjadi pasar produk-produk industri lokal.

"Bagaimana menyetop barang-barang ilegal dari China, makanya kita menerapkan SNI (Standar Nasional Indonesia)," ucap Hidayat.

(hen/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads