"Kalau itu saya langgar saya bisa tiba-tiba mati, kayak lampu itu," ucapnya serius saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Distribusi Bali Area Pelayanan Tabanan, Minggu malam (25/4/2010).
Dahlan menjelaskan kebiasaan ini bukan suatu beban baginya karena ia menganggap sebagai aktivitas makan dan minum keseharian. Maklum saja setiap harinya sebelum minum obat ia harus berpuasa makan-minum selama 2 jam dan satu jam sesudah makan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan obat yang ia minum setiap hari sejatinya bukan obat namun hanya sebagai konektor terhadap hati cangkokan agar organ hati tersebut bisa bersinergi dengan organ tubuhnya. Hal ini karena organ hati yang ia pakai adalah hati orang lain atau benda asing yang berada di dalam tubuhnya yang secara alami akan mengalami penolakan oleh tubuh.
"Itu connector atau sincronize, kalau tidak minum obat itu maka akan disconnect," katanya.
Ia mengungkapkan kedisiplinannya meminum obat tersebut karena taruhannya adalah kematian. Bahkan ia menganalogikan masalah ini dengan perbandingan kinerja perusahaan swasta dan perusahaan negara.
"Swasta itu kenapa maju, karena kalau tidak kerja keras (disiplin) maka akan bangkrut, kalau perusahaan negara nggak bisa bangkrut," katanya tertawa.
Dahlan juga mengungkapkan isi hatinya yang menjadikan PLN sebagai institusi yang dibenci oleh dirinya terutama sebelum ia menjabat sebagai dirut PLN. Berbagai kritikan yang ia suarakan melalui media massa menjadikan bentuk kebencian terhadap institusi yang bernama PLN.
"Kalau ada daftar yang saya benci di dunia ini nomor satu adalah PLN. Saya benci PLN luar biasa, kok jadi dirut PLN nya," katanya tertawa.
(hen/qom)











































