Β
"Ibu jago nyopir," ungkap sopir Sri Mulyani, Gustaf Ari Wahyu saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (7/5/2010).
Gustaf menceritakan sewaktu anak Sri Mulyani ingin belajar mengendari mobil, tiba-tiba terbersit keinginan Sri Mulyani untuk mengendarai kembali kendaraan roda empat itu. Tanpa pikir panjang, Sri Mulyani mengendarai mobil dinas suaminya dan melaju mengitari kediaman hingga Bundaran HI bersama keluarganya. Gustaf yang mengikuti sang Menteri dengan mobil kementerian B 1189 RFS, mengaku malah sempat tertinggal.
"Ibu pernah nyopir sekali. Putar kediaman di Widya Chandra terus ke HI, kemudian balik lagi. Kita ikuti dengan mobil RFS ya sempat ketinggalan juga," kenangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pernah juga 170km/jam, seperti waktu di DPR itu, kan dari sana jam 9 lewat. Padahal harus mengejar pesawat jam 9.30 malam untuk ke Bali," ujarnya.
Untuk mengalihkan ketakutannya pada kecepatan tinggi, lanjut Gustaf, Sri Mulyani biasanya menikmati perjalanan dengan membaca dan menelepon keluarga.
"Biasanya ibu baca atau telepon keluarga," jelasnya.
Layaknya mobil lain, Gustaf mengaku perjalanannya bersama Sri Mulyani juga pernah diwarnai kesasar dan ditilang. Saat terdesak, mobil Sri Mulyani juga pernah masuk jalur busway.
"Pernah (masuk jalur busway) tapi itu kalau mendesak. Itu juga jalur yang track-nya pendek," candanya.
Namun, yang sempat membuat Gustaf mengharu-biru yaitu kenangannya ketika secara tiba-tiba, Sri Mulyani meminta memberhentikan mobilnya. Kemudian, Sri Mulyani turun menemui seorang ibu pengemis dan memberinya sejumlah uang.
"Rupanya Ibu sudah memerhatikan ibu tua pengemis itu dari atas gedung hotel waktu ada jamuan makan. Makanya waktu melewati pengemis itu, beliau meminta saya memberhentikan mobilnya," ujar Gustaf dengan haru.
Begitu banyak kenangan bersama orang nomor satu di Kementerian Keuangan itu, sehingga membuat Gustaf agak berat melapaskan kepergian sang atasan ke Washington.
"Kalau bisa, Ibu jangan pindah deh," harapnya.
Namun berdasarkan informasi, Sri Mulyani akan bertolak ke Washington guna memenuhi panggilan Bank Dunia sekitar akhir bulan Mei karena harus mengikuti masa pengenalan di tempat kerja barunya tersebut. Sri Mulyani rencananya akan bertugas sebagai Managing Director di Bank Dunia per 1 Juni 2010.
(nia/qom)











































