Pakar marketing sekaligus Guru Besar FE UI Rhenald Kasali mengungkapkan, Agus sangat lihai dalam memilih orang dan menempatkannya di tempat yang tepat. Langkah ini pun nantinya akan menentukan kepemimpinannya sebagai menteri keuangan yang baru pengganti Sri Mulyani Idrawati.
"Agus itu benar-benar pakai resepnya Jim Collins, mencari orang yang tepat lalu ditaruh dikursi yang tepat, lalu cari orang yang tidak tepat lalu ditawarkan pensiun dini oleh dia," kata Rhenald saat dihubungi detikFinance, Kamis (21/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus juga dinilai pandai membangun tata nilai seperti kejujuran dengan tidak berkompromi soal masalah penyimpangan terkait dengan uang. Sosok Agus juga komitmen dalam memberikan contoh kepada anak buahnya.
"Agus itu dia ngomong A dia jalankan A, dia juga pekerja keras. Dijaman dia para pemimpin cabang harus standby menunggu presentasinya hasil kerja dari pagi ke pagi. Yang menarik lagi, dia orangnya juga jeli melihat peluang," jelas Rhenald.
Agus Martowardojo telah ditunjuk sebagai menteri keuangan menggantikan Sri Mulyani. Agus yang akan menjadi menkeu ke-27 merupakan bankir kedua dari bank BUMN yang bisa menempati posisi menkeu.
Presiden SBY menyampaikan penunjukan terhadap Agus Martowardojo dalam jumpa pers di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/5/2010) malam. Selain menunjuk Agus, SBY juga menunjuk Anny Ratnawati sebagai wakil menkeu.
Agus yang memiliki nama lengkap Agus Dermawan Wintarto Martowardojo, dilahirkan di Amsterdam, Belanda, 24 Januari 1956. Selama ini, Agus dikenal sebagai bankir yang profesional.
Agus adalah seorang bankir yang sejak Mei 2005 menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, menggantikan ECW Neloe yang terlibat dugaan kasus korupsi. Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mandiri beberapa hari yang lalu, Agus kembali dipercaya untuk menjadi orang nomor satu di bank pelat merah itu.
Sebelum di Bank Mandiri, Agus sudah berkecimpung di banyak bank. Agus pernah bertugas sebagai Direktur Utama Bank Permata selama tiga tahun. Dia pernah bekerja di Bank of America (1984) melalui Officer Development Program dan sebagai International Loan Officer, lalu Bank Niaga (1986-1994) sebagai Vice
President, Corporate Banking Group di Jakarta dan Surabaya.
Selanjutnya, Agus menjabat Deputy Chief Executive Officer di Maharani Holding (1994), Bank Bumiputera (Direktur Utama, 1995-1998), Bank Exim (Direktur Utama, 1998). Agus lalu dipercaya menjabat Managing Director Risk Management and Credit Restructuring di Bank Mandiri (1999), Managing Director Retail Banking and Operation Coordinator (2000), dan Managing Director Human Resources and Support
Services (2001).
(hen/qom)











































