Namun Anggito mengaku kebingungan dengan statusnya yang saat ini adalah pegawai Kementrian Keuangan bukan lagi Kementrian Pendidikan Nasional.
"Awalnya dulu pegawai Diknas setelah tahun 2000 pindah ke Depkeu. Saya bingung dengan pengalihan status kepegawaian kita," ungkap Anggito saat bertemu dengan koleganya di UC Resto kompleks Bulaksumur kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (27/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun setelah mundur dari jabatan Kepala BKF Kementerian Keuangan, Anggito belum tahu apakah bisa cepat mengurus status kepegawaiannya.
"Saya belum tahu apa nanti bisa. Sebab pengajuan saya mengundurkan diri ke Menkeu sudah dijawab tapi belum ada surat resminya," kata staf pengajar FEB ini.
Dia pun kemudian meminta kepada Kepala Bagian Keuangan FEB UGM, Eko untuk mengurus berbagai hal terutama berkaitan administrasi keuangan.
"Biar nanti Pak Eko yang akan berjuang mengurusnya lagi sehingga saya mendapat gaji seusai dengan hak saya," katanya.
Ketika ditanyakan mengenai berbagai isu yang berkembang di Jakarta berkaitan dengan pengunduran dirinya, Anggito tidak bersedia menjawab.
"Jangan tanya soal itu. Kalau tanya soal basket, jazz, marching band pasti saya jawab. Bagi saya forget and forgive. It is time to pay back. Secara fisik saya benar-benar kembali di sini," pungkas Anggito yang mengenakan kemeja batik coklat lengan panjang itu.
Anggito Abimanyu secara resmi mundur dari BKF per 24 Mei, setelah nasibnya sebagai Wakil Menteri Keuangan diombang-ambingkan selama 6 bulan.
Anggito Abimanyu sebelumnya mengungkapkan kekecewaannya kepada lingkungan istana karena tidak ada konfirmasi dan pemberitahuan kepada dirinya soal pembatalan dirinya menjadi Wakil Menteri Keuangan. Padahal Anggito sudah menandatangani pakta integritas dan kontrak kinerja soal penunjukkannya sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Presiden SBY akhirnya menunjuk Wakil Menkeu Anny Ratnawati untuk mendampingi Agus Marto sebagai Menkeu.
(bgs/qom)











































