"Sudah 20 hari ini, saya setiap pagi jalan kaki dari rumah saya di Pacific Place ke kantor," ujar Dahlan saat bertemu detikFinance di depan kantor PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (11/6/2010).
Dahlan yang pagi itu menggunakan kemeja putih, celana bahan hitam dan sepatu kets andalannya tampak berkeringat, setelah menempuh perjalanan selama 35 menit atau sekitar 4,5 kilometer (Km) dari rumahnya. Dahlan sendiri sudah tiba di kantornya pada pukul 06.25 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang jalan menuju ruangannya di lantai 9, Dahlan menyapa seluruh karyawan PLN yang ditemuinya dengan ramah.
Dahlan mengakui sejak menjadi orang nomor satu di perusahaan listrik pelat merah tersebut, dirinya memang tidak sempat berolahraga sehingga berat badannya naik hingga 3 Kg.
"Sejak jadi Dirut saya jarang olahraga. Rapat ini rapat itu. Kalau dulu saya sering keliling pabrik yang luasnya 20 hektar setiap hari. Sejak di PLN Naik 3 Kg, takutnya orang bilang Pak Dahlan sejak di PLN jadi gemuk, nanti dikira saya korupsi," katanya sambil tertawa.
Dahlan menyatakan dirinya kembali merasa lebih sehat setelah menerapkan jalan pagi setiap hari. Kadang-kadang Dahlan didampingi istrinya saat melakukan rutinitas barunya tersebut.
Bahkan dia berseloroh dengan ia berjalan kaki maka supirnya tidak perlu bangun pagi-pagi untuk mengantarkannya ke kantor.
"Tapi kok lama-lama saya ngerasa jaraknya kurang jauh ya," katanya sambil tersenyum.
Selain tidak sempat berolahraga, profesi barunya tersebut juga telah membuat bos Grup Jawa Pos itu tidak sempat mengecek kesehatannya ke dokter langganannya di Tianjin, China, sejak dilantik jadi Dirut PLN, enam bulan lalu.
Dahlan memang pernah menjalani transplantasi hati beberapa tahun silam. Hal ini membuatnya harus menelan obat 'hati' tersebut setiap pukul 5 pagi dan 5 sore setiap harinya.
"Tapi setiap bulan, saya tetap kirim hasil lab saya ke sana. Rencananya dalam waktu dekat saya akan check up ke sana," ucapnya.
(epi/qom)











































